Petani Agar Bisa Memahami Alokasi Pupuk Urea Bersubsidi Tahun Ini Beda dengan Sebelumnya

0
99
Kepala Gudang PT Pusri Kaliampo Pati, Dimas Putro Ariyanto.

SAMIN-NEWS.COM, PATI – Pihak Kepala Gudang Pupuk PT Pusri Kaliampo Pati, Dimas Putro Ariiyanto menginformasikan kepada para petani di Kabupaten Pati, bahwa alokasi pupuk urea bersubsidi Tahun 2020 ini tidak lagi sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, kendati saat ini memasuki musim tanam (MT) III, para petani hendaknya bisa memaklumi dan memahami kondisi tersebut.

Prinsipnya, lanjut dia, ketika ditanya sehabis rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pati Senin (3/8) hari ini, PT Pusri sebagai operator pemerintah maka dalam menyiapkan pupuk bersubsidi tentu harus sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, hal itu tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pihaknya yang tetap harius secara konsekuen dalam mematuhi ketentuan tersebut.

Hal tersebut sebagaimana dilakukan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pati, di mana pada akhir Tahun 2019 lalu mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkait dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi. ”Yakni, sebanyak 45.000 ton tapi awal Tahun 2020 alokasi urea bersubsidi yang ditetapkanĀ  Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah hanya sebanyak 30.700 ton,”ujarnya.

Akan tetapi, tambahnya, kemudian ada penambahan lagi sebanyak 1.000 ton sehingga jumlah alokasi seluruhnya menjadi 31.700 ton. Mengingat hal tersebut agar Pati jangan sampai mengalami kekurangan pupuk pada setiap musim tanam, atau minimal harus bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), Dinas Pertanian Kabupaten Pati sudah mengusulan ke Dinas Pertanian Provinsiu Jawa Tengah.

Harapannya tentu agar permohonan tambahan alokasi lagi pupuk urea bersubsidi tak lain, agar bisa dipenuhi sehingga apa yang dibutuhkan para opetani dalam membutuhkan pupuk saat musim tanam bisa tersedia secara maksimal. Untuk penambahan pupuk bersubsudiĀ  yang diajukan adalah sebanyak 6.000 ton mengingat saat ini adalah memasuki musim tanam (MT) III, tapi selain petani harus menanam palawija ternyata madih ada yang juga menanam padi.

Terlepas dari hal itu, harapannya tetap agar di bulan Agustus ini Pemprov Jawa Tengah mendapatkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah. ”Dengan demikian, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Pati juga mendapat tambahan. apalagi jika permintaan tambahan sebanyak 6.000 ton itu seluruhnya bisa dipenuhi.”