Enam Camat Negatif, Pernah Diprediksi Hasilnya Demikian

0
283
Saat swab test jajaran pimpinan daerah, OPD, serta camat se-Pati di Pendopo

Pembaca Saminnews pernah mengutarakan statement terkait uji swab test bagi para pimpinan daerah beserta camat se-Pati. Pihaknya memberikan perhitungan hasil diagnosis yang nantinya akan negatif.

Sebelumnya, para pimpinan daerah dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta camat se-Pati melakukan swab test pada hari Sabtu (25/7). Dari uji kesehatan itu didapati ada enam camat terinfeksi virus corona (Covid-19). Sehingga, setelahnya ditempatkan pada rumah Karantina untuk menjalani isolasi.

Akan tetapi, pada swab lanjutan (kedua) hasilnya kini telah dikeluarkan oleh pemerintah yang menyatakan ‘negatif’. Namun, prediksi itu hanyalah prediksi biasa bukan dari alat pendeteksi kesehatan yang akurat. Hanyalah sebuah pembacaan dari keyakinannya. Oleh karena itu, tetaplah alat pendeteksi kesehatan sebagai rujukan dalam menilai untuk baku standart kesehatan itu sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Edy Siswanto menuturkan virus itu diuji atau diteliti dengan alat kesehatan. Tidak bisa direduksi oleh pemikiran semata. Karena, virus bisa dilihat dengan medium khusus.

“Kita running kan sistemnya. virus itu diuji dengan Virus Transformasi Media (VTM). Jadi, diproses dan dibaca oleh alat. Kalau positif ya, pastinya alat itu membaca positif, dan sebaliknya. Bukan oleh manusia loh mas, tapi berdasarkan pembacaan alat,” terangnya kepada Saminnews, Senin (3/8/2020).

Hasilnya berdasarkan analisis sistem teknologi merupakan hasil yang valid. Itu berbanding terbalik dengan pemikiran manusia yang hanya sifatnya sebuah prediksi. Hitung-hitungan dengan ilmu Titen (Ingatan, red) begitulah orang-orang Jawa menamai.

Pihaknya pun mengatakan bahwa di masyarakat memang ada semacam pemikiran seperti itu. Namun, itu hanyalah sebatas prediksi bukan pendeteksi akurat secara valid dari hasil virus di dalam tubuh manusia.

“Iya mas, memang ada (prediksi) pemikiran semacam itu. Dulu ada yang menyatakan itu kok hasilnya gitu pye leh (itu hasilnya bagaimana). Lantas, dijawab dengan alat pendeteksi (Covid-19) di Indonesia alatnya sama, ya memang ini hasilnya,” tandas Edy Siswanto.