Sebuah Kota Menjadi Besar Karena Sejarah dan Budayanya

0
29
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Winarto saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Mahasiswa Program Doktor, Luthfa Nugraheni, Rabu (29/7) hari ini.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Mahasiswa Program Doktor Luthfa Nugraheni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Winarto mengatakan, banyak kota bisa berkembang menjadi besar karena sejarah dan budayanya.  Salah satu di antaranya, yaitu Yogyakarta dengan latar belakang sejarah dan budayanya berkembang pesat hingga dikenal oleh orang dari mancanegara.

Demikian pula, lanjut dia, Bali dengan budayanya yang tetap dijunjung tinggi sebagai daerah objek wisata juga dikenal sebagai kota besar yang sangat mendunia. Karena itu, jika dalam FGD ini mengusung tema Pengembangan Media Pembelajaran Cerita Rakyat Berbasis Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Sekolah Dasar di Kabupaten Pati, tentu dituntut mempunyai jati diri atas nilai-nilai yang pernah dikembangkan para leluhur.

Apalagi  jika melihat sejarah, siapa pun tentu  akan mempunyai kebanggaan dengan identitas dirinya  sehingga hal itu perlu disampaikan kepada para kepada siapa saja, terutama kepada anak-anak dan generasi penerus . ”Lebih-lebih jika hal tersebut disampaikan melalui media pembelajaran yang tepat, maka hal tersebut mempunyai ketertarikan tersendiri bagi anak-anak sebagai peserta didik,”ujarnya.

Upaya merintis pembelajaran dengan menampilkan tokoh seorang Wasis Joyokusumo, lanjut Winarto, jika hal itu disampaikan secara baik dan menggunakan media yang baik  tentu akan menjadikan anak-anak bisa menrima sistem pembelajaran secara baik pula. Akan tetapi hal itu jangan hanya berhenti pada batas disertasinya saja, melainkan juga bisa berlanjut dan bisa dikembangkan pula di kalangan masyarakat.

Dengan demikian, tidak hanya anak-anak peserta didik yang mengetahui bahwa Pati itu mempunyai sejarah seorang tokoh Wasis Joyokusumo. ”Sehingga atas ketokohannya itu bisa dijadikan materi pembelajaran untuk anak-anak peserta didik di bangku Kelas III SD, dan yang berkait gelar doktor yang nanti bisa dicapai oleh Ibu Luthfa Nugraheni bisa mewarnai bidang pendidikan di Kabupaten Pati,”tambahnya.

Sementara itu tentang Luthfa Nugraheni adalah Mahasiswa S3 Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia, di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sebagai promotor adalah Prof Dr Suyitno MPd, dan copromotor I yaitu Prof Dr Herman J Waluyo MPd, serta copromotor II adalah Prof Dr RR E Nugraheni  Eko W SS MHum.