Pasar Gembong Tutup Tiga Hari Disemprot Disinfektan

0
120

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mulai Selasa (7/7) hari ini hingga Kamis (9/7) Pasar Gembong di Desa / Kecamatan Gembong, Pati terpaksa ditutup total menyusul empat pedagang di pasar tersebut yang menjalani Rapid Test beberapa waktu lalu, ternyata hasilnya reaktif. Lebih dari itu, setelah memasuki masa karantina di Hotel Kencana Pati, hasil swab test ternyata juga reaktif sehingga kini yang bersangkutan harus menjalani perawatan.

Karena itu, untuki memutus penyebaran virus Corona (Covid-19) di pasar maka satu-satunya acara adalah menutup total pasar selama tiga hari-berturut, untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Sehingga tidak kurang dari 350 orang pedagang yang tiap hari berjualan di pasar itu terpaksa harus dihentikan sementara kegiatan berjualannya sehari-hari, sehingga tidak terjalin kontak dekat di antara mereka dengan para pengunjung.

Mengingat hal tetsebut, kata Kepala Pasar Gembong, Karmuji, pihaknya harus berupaya keras dan secara kooperatif meliburkan para pedagang pasar dengan menutupnya selama tiga hari, sehingga pasar baru akan buka kembali Jumat (10/7). ”Sebab, kami tak ingin kecolongan lagi bahwa empat pedagang tersebut, satu di antaranya ada yang menjadi sumber penyebaran Covid-19, maka pasar harus dututup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,”tandasnya.

Tiga personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati melakukan penyemprotan disinfektan Pasar Gembong.(Foto:SN/aed)

Sebab, lanjut dia, awal mula tersebarnya Covid-19 jika dirunut dari awal sebenarnya bukan berasal dari pasar, meskipun yang membawanya semula adalah seorang pedagang. Akan tetapi, sebenarnya pedagang yang bersangkutan juga mempunyai riwayat penyakit lain, dan sering masuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, dan yang terjadi justru virus Corona berjangkit di salah satu tubuh pedagang tersebut.

Ketika berlangsung Rapid Test di Pasar Gembong, dari jumlah 54 pedagang justru hasilnya untuk tiga pedagang reaktif, dan satu pedagang lainnya diketahui sebagai penyebarnya. Hal itu terjadi, karena tiga pedagang sebelumnya membezuk salah satu di antara mereka yang sedang dirawat di rumah sakit, baru beberapa hari kemudian berlangsung Rapid Test.

Hasil Rapid Test terhadap tiga pedagang tersebut ternyata reaktif, dan menurut informasi dokter yang melaksanakan hal itu, ketika yang bersangkutan dilakukan swab test saat di tempat karantina, ternyata positif. ”Atas dasar kondisi itu maka upaya yang harus dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan, dan menutupnya untuk sementara atau selama tiga hari sehingga setelah kembali berjualan nanti para pedagang tetap harus mendisiplinkan diri dan mematuhi protokol kesehatan,”ujar Karmuji.