Dari 25 Warga yang Melakukan Rapid Test, 8 Adalah Anak-anak

0
301
Rapid Test di Puskesmas Wedarijaksa II untuk warga yang terlacak punya kontak dekat dengan pasien yang meninggal karena positif terpapar virus Corona (Covid-19), warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.(Foto:SN/aed).

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dari jumlah 25 orang warga Desa Pagerharjo dan Jatimulyo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, yang Sabtu (4/7) hari ini menjalani Rapid Test di Puskesmas Wedarijaksa II, 8 di antaranya adalah anak-anak. Mereka harus menjalani test tersebut, karena sebelumnya terlacak mempunyai kontak dekat dengan seorang perempuan warga Desa Pagerharjo juga di wilayah kecamatan setempat.

Sedangkan perempuan yang bersangkutan, adalah pasien yang sejak Minggu (28/6) lalu menjalani perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati, dan ternyata yang bersangkutan positif terpapar Covid-19. Seteah menjalani perawatan beberapa hari  di rumah sakit itu, akhirnya Rabu (1/7) perempuan itu meninggal.

Akan tetapi, kata salah seorang tetangga dekat almarhumah yang Sabtu hari ini juga harus menjalani Rapid Test, Ny Sri Sutiyani karena dia memang selama ini mempunyai kontak dekat dengan yang bersangkutan mengatakan, sebelum dirujuk ke rumah sakit memang sudah lama mengalami sakit. ”Bahkan satu tahun lalu pernah mengeluh sakit yang di dereti kepada kami, karena almarhumah memang sering curhat,”paparnya.

Demikian pula, lanjut dia, sekitar sebulan lalu, dia juga kembali mengeluh sakit yang diderita ternyata tidak hanya satu jenis. Dengan demikian, yang bersangkutan memang mempunyai riwayat penyakit lain, karena penyakit yang dideritanya tidak hanya satu jenis melainkan ada pula hipertensi (darah tinggi) dan juga mengidap diabetes.

Besar kemungkinan juga tidak hanya itu, karena sebelum Lebaran almarhumah juga pernah mengeluhkan kondisi kehidupan rumah tangga seorang putrinya. Bahkan, putrinya harus meningggalkan rumah ikut suaminya di rumah mertua, tapi meskipun sudah diminta untuk kembali ke rumah sampai meninggalnya permintaan itu belum juga dipenuhi putrinya.

Dampak dari kejadian tersebut, maka almarhum pun menjadi semamkin tertekan sehingga Minggu jatuh sakit dan harus dilarikan ke RSUD RAA Soewondo, tapi hasil test swab-nya disebut-sebut  positif. Ketika ditanya, apa ada keluarga almarhumah yang sudah menjalani karantia, perempuan itu menambahkan, kelihatannya belum ada.

”Barangkali mereka memilih untuk menjalani isolasi mandiri,”ujarnya.