46 Warga Terlacak Mempunyai Kontak Dekat dengan Perempuan yang Meninggal Positif Covid-19

0
1090
Petugas Rapid Test Puskesmas Wedarijaksa II Pati tengah melakukan koordinasi di halaman depan, untuk melaksanakan test tersebut terhadap sejumlah warga, Sabtu (4/7) tadi pagi.(Foto:SN/aed).

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebanyak 46 warga dari dua desa bertetangga, masing-masing Desa Pagerharjo dan Jatimulyo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati diketahui mempunyai kontak dekat dengan seorang perempuan, asal Desa Pagerharjo. Perempuan yang bersangkutan popsitif terpapar virus Corona (Covid-19) yang sejak Minggu (28/7) lalu dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) RAA Soewondo Pati.

Akan tetapi, Rabu ((1/7) lalu akhirnya meninggal, sehingga pihak yang berkompeten yaitu Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedarijaksa, langsung hari itu juga bergerak cepat. Yakni, melacak siapa saja yang beberapa hari sebelumnya mempunyai kontak dekat secara langsung dengan perempuan tersebut, sehingga akhirnya ditemukan sebanyak itu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Samin News (SN) menyebutkan, dari jumlah sebanyak di atas, 30 di antaranya memang warga Desa Pagerharjo dan 16 lainnya warga Desa Jatimulyo yang terletak bersebelahan. Adapun langkah cepat lainnya yang diambil oleh tim kecamatan, adalah segera mengajukan permintaan bantuan kelengkapan untuk Rapid Test terhadap mereka.

Hanya saja dari permintaan bantuan ke Tim Gugus Tugas Bidang Kesehatan untuk kelengkapan keperluan tersebut, hanya bisa terpenuhi paling banyak 25 unit. Ketika hal itu ditanyakan kepada Kepala Puskesmas Wedarijaksa II, Siswanto tidak mengelak, sehingga pihaknya hari ini melaksanakan Rapid Test terhadap kedua warga desa yang bersangkutan.

Sebab, lanjut dia, yang penting mereka secepatnya harus dilakukan penanganan sehingga pihaknya bersama tim kecamatan juga dituntut untuk kerja cepat. Sedamgkan kekurangan Rapid Test, tentu akan segera menyusul jika sudah ada persediaan karena nama-namanya warga kedua desa itu semuanya jelas.

Karena itu, pihaknya dengan tegas menolak jika ada yang menyampaikan bahwa semalam (Jumat malam-Red) ada lima warga Desa Pagerharjo yang masuk ke tempat karantina, di Hotel Kencana. ”Dari kami tidak mempunyai data berkait hal itu, maka hal itu kami nayatakan tidak memang tidak benar,”tandasnya.

Terpisah diperoleh keterangan, bahwa yang kali terakhir masuk karantina di Hotel Kencana, di Jl RA Kartini Pati. berlangsung Jumat (3/7) kemarin hanya ada dua orang, tapi mereka  itu bukan warga dari Desa Pagerharjo. Keduanya, adalah warga Desa tetangganya, Jatimulyo, dan satu lainnya juga warga desa yang sama tapi masuk karantina sudah sejak pertengahan Juni lalu.

Sedangkan jumlah warga yang harus menjalani karantina di hotel tersebut sampai hari tercatat sebanyak 84 orang. Akan tetapi hal itu masih bisa bertambah karena hari ini 25 orang di Desa Pagerharjo dan Jatimulyo juga menjalani Rapid Test di Puskesmas Wedarijaksa II, hanya hasilnya sampai siang ini belum diketahui, reaktf atau nonreaktif.