Diam-diam Nyaris Tak Terpantau Awak Media, Satu Warga Pati Positif Terpapar Covid-19

0
540
Ilustrasi seseorang warga pati yang positif Covid-19.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terpaparnya seorang warga di Kabupaten Pati positif Corona (Covid-19) nyaris tak terpantau oleh awak media, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat tetap harus ekstra ketat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan, terutama untuk diri sendiri dan lingkungan paling dekat, yaitu keluarga. Dengan kata lain, agar warga tidak terlalu jumawa bahwa merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19) ini dianggap sudah berakhir.

Karena itu, dipersilakan warga untuk melakukan persiapan kembali ke tatanan kehidupan normal di tengah pandemi Covid-19, maka hal itu sama saja mengingatkan bahwa kita tetap harus selalu waspada meskipun pada awalnya ini terjadi tanpa gejala. Akan tetapi hal itu bisa dialami oleh siapa saja, termasuk kita yang sehari-hari tampak segar bugar tahu-tahu positif terpapar virus tersebut.

Sampai akhirnya salah seorang anggota DPRD Pati menyampaikan bahwa ada salah seorang di Kecamatan Juwana yang belakangan , tepatnya Senin (22/6) kemarin dinyatakan positif terpapar Covid-19. ”Saat ini yang bersangkutan sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu di Kudus,”papar salah seorang anggota DPRD itu menandaskan.

Ketika hal itu ditanyakan kepada salah seorang dari jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 dari Bidang Kesehatan di Kabupaten Pati juga tidak mengelak atas hal tersebut. Akan tetapi ketika yang bersangkutan ditanya, mengapa warga Juwana yang positif terpapar itu langsung masuk ke ruang perawatan di rumah sakit di Kudus, tidak bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut tapi membenarkan bahwa pihaknya sudah menelisik awal orang yang punya kontak dekat dengan pasien.

Khusus yang berkait hal itu, pihaknya sudah mengambil langkah cepat dengan melakukan Rapid Test terhadap enam orang keluarga pasien. Hasilnya reaktif maupun nonreaktif juga akan diketahui siang ini, sehingga jika ternyata reaktif maka langkah berikutnya sesuai standar protokol kesehatan Covid-19 adalah masuk karantina untuk dilakukan test lanjutan, swab.

Jika hasil test swab terhadap enam orang yang pernah mempunyai kontak dekat dengan pasien ternyata positif, maka tracing harus segera dilakukan. Yakni menelusuri orang-orang di lingkungan keluarga itu atau pihak lain yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien maupun keluarga pasien.

Mengingat hal tersebut maka yang sangat diperlukan dalam hal ini adalah keterbukaan siapa saja yang sebelumnya  merasa punya kontak dekat dengan keluarga pasien atau pasien, sehingga lebuh cepat proses penanganannya. Akan tetapi kita lebih baik berharap, jika hasil Rapid Test pada keluarga pasien tidak reaktif, sehingga tidak perlu menjalani karantina.

Degan demikian, maka tindakan berikutnya juga tidak perlu ada swab test tapi semua itu hanyalah harapan, tapi jika hasil Rapid Test berkata lain, yaitu reaktf maka karantina tetap harus dijalani agar bisa dilakukan swab test. ”Ya sekali lagi agar masalah itu tidak perlu terjadi, dan yang positif serta tengah dirawat juga diberikan kesembuhan,”imbuhnya.