Ekskavator Rusak, Tiga Rit Sheet Pile Belum Bisa Turun

0
338
Satu di antara dua alat berat jenis ekskavator di lokasi proyek kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, hari ini rusak. Akibatnya tiga trailer pengangkut shet pile belum bisa membongkar muatannya.

SAMIN-NEWS.com, PATI  – Satu di antara dua alat berat jenis ekskavator yang disiapkan di lokasi proyek pembangunan kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, hari ini mengalami kerusakan. Akibatnya, tiga rit shet pile yang diangkut dengan tiga truk trailer belum bisa membongkar muatannya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, menghadapi kondosi yang terjadi saat ini hal tersebut tidak akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Sebab, sampai hari ini rekanan pemenang tender maupu rekanan yang menjalin kerja sama operasiional (KSO) belum mulai melaksanakan pekerjaan pemasangan material untuk dinding kolam.

Dengan demikian, tahapan ini lebih difokuskan pada mobilisasi pengiriman material jenis itu karena nanti yang dibutuhkan jumlahnya mencapai ratusan batang. Karena itu, rekanan lebih fokus untuk menyediakan material tersebut sebanyak-banyaknya sehingga bila nanti sdah memasuki tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan dinding kolam tambat tidak ada lagi hambatan soal ketersediaan material.

Masalahnya, dari hasil pantauan di lapangan lebih dari sepekan ini, materioal shet pile yang sudah dikirim pihak perusahaan pencetaknya di Surabaya, tercatat baru sebanyak 90 batang. Masing-masing 60 batang sudah berhasil diturunkan di titik lokasi penempatan, dan sisanya 30 batang yang baru datang tadi pagi belum bisa diturunkan karena harus menunggu perbaikan alat berat yang digunakan untuk menurunkan.

Sebab, untuk menurunkan material yang per batang mempunyai berat 4,5 ton itu harus menggunakan dua ekskavator dibantu satu crane. Terlepas dari hal itu, upaya mendatangkan material jenis sheet pile ini memang menyita waktu tersendiri, sehingga diupayakan agar tiap hari bisa dikirim dari perusahaan pencetaknya ke lokasi, tapi juga terhambat ketentuan umur beton harus benar-benar maksimal.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dari Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Sumarto ST mengatakan, sebelum dimulainya pelaksanaan pekerjaan itu secara maksimal, Kamis (16/4) besok pihaknya akan minta pemaparan rencana kerja pihak rekanan dan konsultan pengawas. ”Dengan demikian, kami benar-benar mengetahui kesiapan masing-masing pihak untuk melaksanakan pekerjaan sesungguhnya di lapangan,”ujarnya.