Eddy Siswanto; Memaknai Tahun Baru Imlek dengan Memohonkan Pati Dihindarkan dari Bencana

0
54
Eddy Siswanto dengan Lian Kio Dewa Bumi di Klenteng Hok Tik Bio Pati yang siap-siap dibersihkan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Untuk kali pertama dalam kirab memeriahkan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020, Klenteng Hok Tik Bio Pati akan mengusung sebuah ”Lian Kio” Kongco (Dewa Bumi). Kirab akan berlangsung Sabtu (25/1) siang dengan rute yang segera dipersiapkan, karena menyesuaikan peserta kirab.

Terlepas dari hal tersebut, kata Eddy Siswanto, dalam memaknai Tahun Baru Imlek yang bershio¬† Tikus Logam kali ini pihaknya melalui kuasa ”Thian” memohonkan agar Pati bisa dijauhkan dari bencana yang akhir-akhir ini sudah menimpa, baik itu banjir bandang maupun longsor. Sebab, musim hujan masih terus berlanjut.

Dengan demikian, ancaman terjadinya bencana setiap saat bisa terjadi sehingga momentum Imlek kali ini pihaknya juga memohonkan agar Pati di hari-hari mendatang agar dijauhkan dari bencana. Hal itu akan lebih baik dilakukan juga oleh sdeluruh warga, karena selain upaya melakukan pencegahan semaksimal mungkin, berdoa memohon kepada yang Maha Kuasa juga tak kalah penting.

Karena itu, dalam kesempatan menyambut datangnya Tahun Baru Imlek ini, untuk kali pertama pihaknya mengeluarkan ”Lian Kio” Dewa Bumi. ”Untuk Klenteng Hok Tik Bio Pati, memang tidak memiliki benda yang akan dikirab itu sehingga harus meminjam salah sebuah klenteng di Rembang,”ujarnya.

Kendati demikian, katanya lagi, harapan dan doa permohonan melalui perantara leluhur kepada ”Thian” bisa langsung dan cepat didengar dan cepat sampai, sehingga Pati benar-benar bisa dihindarkan dari bencana. Itulah upaya pihaknya dalam memaknai perayaan menyambut Tahun Baru Imlek 2571.

Sedang agenda rangkaian kegiatan juga sudah diagendakan, dimulai dari bersih-bersih Klenteng Hok Tik Bio, Minggu (12/1) kemarin dengan melibatkan kebersamaan komunitas masyarakat, termasuk dari jajaran TNI dan Polri. Berikutnya tengah dipersiapkan pula material kue keranjang yang akan dibagikan kepada masyarakat Jumat (24/1) mulai pukul 14.00.

Sebab, untuk kue tersebut cukup banyak karena mencapai 4 ton sehingga warga penerima jumlahnya tidak kurang dari 4.000 orang. Dengan mendapat pembagian kue khas Imlek juga memberi berkah, sehingga masyarakat bisa menikmati kesejahteraan secara merata sehingga kebersamaan dan kerukunan di antara mereka tetap terjaga.

Untuk agenda kegiatan lainnya dalam memeriahkan Tahun Baru Imlek kali ini memang lebih disederhanakan, karena hanya fokus pada kirab budaya. ”Hal itu untuk memberikan pemahaman bahwa klenteng itu bukan bagian dari ritual keagamaan, melainkan budaya peninggalan leluhur suku bangsa Tionghoa yang sudah ada berabad-abad yang lalu,”imbuh Eddy Siswanto.