Pengelola ”Kampus Kehidupan” Cermati Bukber OPD

0
15
Beberapa Pengelola ”Kampus Kehidupan” selain menikmati menu di Pusat Kuliner Pati juga mencermati secara langsung buka bersama jajaran OPD di tempat tersebut, beberapa jam lalu.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.COM  MAKSUD Bupati Haryanto mengajak jajaran personel Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbuka puasa bersama di Pusat Kuliner Pati, tentu saja agar bisa ikut mendorong peningkatan omset penjualan para pedagang. Mengingat kepentingan tersebut, maka yang menjadi pilihan  prioritas tentu pedagang kuliner.
Dengan demikian, bagi para pedagang nonkuliner seperrtinya belum terpikirkan meskipun sebenarnya hal itu juga bisa dilakukan.Sebagaimana dikaji pengrlola ”Kampus Kehidupan” di lingkungan komplek Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, beberapa hari sebelumnya.
Salah satu pokok bahasan yang menjadi bahan kajian tersebut, kata salah seorang di antara mereka, Sigit Pamungkas, yaitu setiap OPD selesai berbuka bersama bisa meluangkan waktu yang sangat terbatas itu untuk berbelanja kepada pedagang aksesoris maupun sandang. Yakni, membeli beberapa potong baju koko, kopiah, sendal, kerudung maupun jilbal, lengkap dengan aksesorisnya.
Pembelian tersebut untuk kepentingan apa lagi, jika tidak sebagai bingkisan yang diberikan kepada anak-anak yaitim piatu, baik yang menjadi penghuni panti  maupun di lingkungan temopat tinggalnya. ”Melalui cara itu, selain bisa sedikit meningkatkan penjualan para pedagang juga menaruh sedikit perhatiap kepada anak-anak yang memang membutuhkan uluran,”ujarnya.
Suasana saat bukber di warung tenda pedagang kuliner, bukan seluruhnya dari kalangan OPD tapi masyarakat pengnjung lainnya.(Foto:SN/aed)

Terlepas dari hal tersebut, katanya lebih lanjut, untuk pelaksanaan bukber kalangan OPD jika dicermati memang belum ada pemerataan, meskipun baru yang berkait dengan kuliner. Sebab, saat harus membatalkan puasa masih ada rombongan kecil dari beberpa OPD, masih mencari di tenda kuoiner mana mereka harus berbuka.
Sebab, tebda-tenda untuk keperluan tersebut diberi nomor yang jumlah peserta berbuka ditetapkan dari masing-masing OPD dengan jumlah terbatas. Tujuannya memang untuk pemerataan, tapi ada pedagang kuliner, seperti bakso, siomay dan yang lain tidak mendapat nomor tenda sehingga tidak mendapat alokasi kunjungan.
Seharusnya, dalam mengkoordinir personel dari kalangan masing-masing OPD tersebut cukup diberikan kupon dengan nilai pembelian secara nominal sudah ditetapkan. Jika yang bersangkutan menghabiskan lebih dari nominal maksimal yang ditetapkan, kekurangannya diharuskan membayar sendiri.
Melalui upaya itu, masing-masing personel OPD bisa bebas memilih kuliner sesuai selera, dan bila nominalnya lebih bisa dibelanjakan jenis makanan/minuman lain. ”Jika ternyata masih lebih bisa dimanfaatkan untuk membeli sepertiu aksesoris maupun mainan anak-anak yang bisa dimanfaatkan untuk putra-putri maupun cucunya,”imbuh Sigit.(Ki Samin)