Ratusan Siswa di Dua Sekolah Gembong Keluhkan Sakit Diduga Usai Makan MBG

SAMIN-NEWS.com – Ratusan siswa di dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai diduga menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut terjadi di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong.

Berdasarkan pendataan sementara pihak sekolah, sebanyak 127 siswa dari MTsN 3 Pati dan 103 siswa dari SMPN 1 Gembong mengalami gejala seperti sakit perut dan diare.

Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, menyebut keluhan siswa mulai muncul pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Gejala pertama dirasakan sekitar pukul 23.00 WIB, setelah siswa mengonsumsi makanan MBG yang diterima sekolah sehari sebelumnya.

Ia juga menyoroti waktu kedatangan makanan yang dinilai lebih lambat dari jadwal makan siswa. Paket MBG yang biasanya dikonsumsi sekitar pukul 11.20 WIB baru diterima sekolah setelah pukul 12.00 WIB.

“MBG datangnya terlambat, sekitar jam 12 an. Anak-anak yang biasanya jadwal makan jam 11.20, sampai jam 12 itu belum datang,” ujarnya.

Dari total 565 siswa MTsN 3 Pati, sebanyak 127 siswa tercatat mengalami keluhan. Pihak sekolah kemudian melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang terdampak.

Sementara Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengatakan keluhan baru diketahui pada Rabu pagi ketika sejumlah siswa mulai sering keluar kelas untuk pergi ke kamar mandi.

“Awal tahunya itu malah justru baru tadi pagi. Anak-anak kok banyak yang ke kamar mandi. Kemudian semakin siang kok semakin banyak,” jelasnya.

Sebanyak 103 siswa dari 443 siswa SMPN 1 Gembong dilaporkan mengalami keluhan. Selain siswa, sekitar 13 guru yang ikut mengonsumsi makanan MBG juga disebut mengalami kondisi serupa.

Penanganan terhadap ratusan siswa ini dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis.

Pasien tidak hanya mendapat perawatan di Puskesmas Gembong, tetapi juga dirujuk ke beberapa rumah sakit karena kapasitas puskesmas tidak mencukupi.

“Puskesmas sudah overload, lalu dibawa ke RSUD Soewondo Pati, kemudian di RS Mitra Bangsa, ada juga yang di KSH Pati,” sebutnya Istiana.

Untuk sementara, seluruh siswa dari kedua sekolah dipulangkan. Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu perkembangan kondisi kesehatan siswa serta proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait.

Previous post Musrenbangdes Desa Pegandan Bahas RKPDes 2027, Camat Margorejo Tekankan Pentingnya Musyawarah
Next post Dinkes Pati Selidiki Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Diuji

Tinggalkan Balasan

Social profiles