SAMIN-NEWS.com – Dinas Kesehatan Dinkes) Kabupaten Pati masih menyelidiki penyebab munculnya keluhan kesehatan pada ratusan siswa dan sejumlah guru di dua sekolah Kecamatan Gembong setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut. Untuk mengetahui sumber masalah, tim kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologis (PE).
“Ini dugaan ya belum tahu pasti dugaan dari makanan MBG yang disajikan kemarin, tapi sekali lagi ini masih dugaan,” tegas Luky.
Dugaan kejadian keracunan makanan tersebut dilaporkan terjadi di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong.
Data sementara 230 siswa mengalami keluhan, meski jumlah tersebut masih memungkinkan berubah.Menurut Luky, tim Dinkes masih mencocokkan data dari berbagai fasilitas kesehatan yang menangani para siswa.
“Data masih dinamis, kami belum bisa memastikan berapa jumlah pastinya. Data akan kita update berdasarkan sinkronisasi kami dengan faskes yang ada di Soewondo, Mitra, dan juga KSH,” katanya.
Selain melakukan penyelidikan epidemiologis, Dinkes Pati mengambil sampel makanan yang sebelumnya dibagikan kepada siswa. Sampel tersebut berasal dari makanan yang disediakan SPPG Gembong 1 Ngembes dan akan diperiksa di laboratorium.
“Sampel makanan yang disajikan kemarin semuanya. Kita ambil dari bank sampel yang ada di SPPG,” jelas Luky.
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membantu memastikan apakah terdapat kandungan atau kontaminasi tertentu pada makanan yang berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala tetap dilakukan. Sebagian pasien yang kondisinya membaik bahkan telah diperbolehkan kembali ke rumah.
“Yang di sekolah masih bisa tertangani, bahkan beberapa siswa sudah ada yang pulang,” ungkapnya.
Dinkes memperkirakan proses penyelidikan epidemiologis dan pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua pekan. Hasil tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab pasti kejadian yang dialami siswa dan guru.
