Tanggul Rob Tunggulsari Segera Diperbaiki Pemerintah

SAMIN-NEWS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati menangani banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki tanggul yang jebol agar air laut tidak terus menggenangi permukiman warga dan area tambak.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan dirinya ditugaskan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak sekaligus mengecek kerusakan tanggul yang menjadi pemicu masuknya air rob.

“Bapak Gubernur menugaskan kami untuk bersilaturahmi dengan warga yang terdampak, sekaligus mengecek tanggul-tanggul yang menjadi penyebab banjir rob masuk ke pemukiman warga,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (22/6/2026).

Dari hasil peninjauan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, ditemukan sejumlah titik tanggul yang mengalami kerusakan dan perlu segera diperbaiki. Total panjang tanggul yang menjadi prioritas penanganan mencapai sekitar 450 meter.

“Dalam jangka pendek kami akan tangani dulu tanggul-tanggul jebol di Tunggulsari. Panjangnya sekitar 450 meter dan akan kami upayakan ditangani sesegera mungkin,” katanya.

Selain perbaikan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah untuk mengurangi risiko rob di kawasan tersebut. Salah satunya melalui peninggian tanggul di sepanjang aliran sungai yang terhubung dengan laut dan melintasi area tambak.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan masih ada jalur sungai sepanjang kurang lebih satu kilometer yang membutuhkan peninggian tanggul agar mampu menahan limpasan air laut saat rob terjadi.

“Ada sekitar satu kilometer jalur sungai menuju laut yang perlu ditinggikan. Namun yang paling mendesak saat ini adalah perbaikan tanggul jebol yang totalnya sekitar 450 meter,” ujarnya.

Menurut Chandra, hasil pengecekan di lapangan telah dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai dasar percepatan pelaksanaan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Di samping penanganan fisik, bantuan kemanusiaan juga mulai disalurkan kepada warga terdampak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan 150 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, air mineral, family kit senilai sekitar Rp33 juta, kasur, serta tenda darurat.

Karena tidak ada warga yang harus mengungsi, tenda bantuan tersebut sementara disimpan di BPBD Kabupaten Pati untuk kebutuhan penanganan bencana pada masa mendatang.

Dukungan juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga. Dalam kesempatan itu, BPBD Kabupaten Pati menyalurkan 20 paket sembako dan 30 dus mi instan. Baznas Kabupaten Pati memberikan 100 paket sembako, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyerahkan 40 paket sembako, sedangkan Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa pakaian dewasa, perlengkapan keluarga, terpal, kasur, dan selimut bagi warga terdampak rob.

Previous post Tradisi Lamporan Meriahkan Peringatan Malam 1 Suro di Punden Nyai Ageng Kenduruan
Next post Warga Karangsari Geram! Surat Audiensi Tak Digubris, DPRD Pati Diberi Batas Waktu 7 Hari

Tinggalkan Balasan

Social profiles