SAMIN-NEWS.com – Banjir merendam jalur Pantura Pati–Juwana pada Rabu (11/2/2026), mengakibatkan arus lalu lintas di salah satu jalur utama Pantai Utara Jawa sempat tersendat. Genangan air setinggi 10–15 sentimeter sepanjang kurang lebih 70 meter terjadi di KM 4 sisi timur Simpang Tiga JLS Widorokandang.
Akibatnya, antrean kendaraan tak terhindarkan. Dari arah JLS, kendaraan mengular hingga sekitar 700 meter. Sementara itu, antrean dari arah Kota Pati mencapai 100 meter dan dari arah Juwana sekitar 200 meter.
Satlantas Polresta Pati bergerak cepat dengan menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi. Rekayasa arus diterapkan guna mencegah kemacetan total di jalur vital tersebut.
“Begitu genangan air mulai mengganggu kelancaran arus, kami langsung turunkan personel di titik rawan untuk melakukan pengaturan dan pengendalian,” ujar Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok.
Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan pola buka-tutup dan pengalihan arus, menyesuaikan volume kendaraan dari tiga arah.
“Kami atur pola buka-tutup dan pengalihan arus agar kendaraan tetap bisa melintas meski harus melambat demi keselamatan,” jelasnya.
Selain pengaturan arus, Satlantas juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati untuk mengatasi penyebab banjir. Ditemukan adanya saluran air yang tersumbat sampah sehingga dilakukan pengerukan agar air cepat surut.
“Kami temukan saluran air tersumbat sampah, sehingga dilakukan pengerukan agar air cepat surut dan tidak meluap ke badan jalan,” kata Kompol Riki.
Pihak kepolisian mengimbau pengendara agar tetap waspada di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan genangan susulan.
“Kami mengimbau pengendara agar tetap waspada, mengurangi kecepatan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.
Hingga Rabu malam, personel Satlantas masih bersiaga di lokasi untuk memastikan arus lalu lintas kembali normal. Polisi juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di jalur Pantura dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan debit air.
“Personel kami tetap siaga di lokasi sampai situasi benar-benar aman dan arus lalu lintas kembali normal,” pungkas Kompol Riki.
