Kemenag Pati Luruskan Video Viral Joget di Acara Haflah

SAMIN-NEWS.com – Sebuah video yang menampilkan sekelompok perempuan berseragam berjoget di atas panggung saat acara Haflah Akhirussanah viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, kegiatan tersebut disebut berlangsung di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Video itu memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang menilai kostum dan gerakan yang ditampilkan kurang pantas untuk kegiatan keagamaan. Namun, setelah ditelusuri, informasi yang menyebut peristiwa itu terjadi di Pati dipastikan tidak benar.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi dan pengecekan langsung ke lapangan. Meski terdapat lembaga dengan nama serupa di Kecamatan Gabus, Pati, lembaga tersebut dipastikan tidak menggelar kegiatan seperti dalam video.

“Jadi itu sudah kami klarifikasi, dan tidak terjadi di Pati. Kalau di Pati itu MDT Ianatut Thalibin ada di Gabus. Setelah kami cek, di sana tidak pernah melakukan itu, bahkan tidak melaksanakan Haflah Akhirussanah,” kata Syaiku kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa dalam video diduga terjadi di wilayah Bakung, Guntur, Demak. Syaiku juga membantah rumor yang menyeret nama Perguruan Islam I’anatut Thalibin (ITB) Cebolek Kidul, Margoyoso, Pati.

“Setelah kami cek ada di Bakung Guntur Demak. Kalau di ITB Cebolek itu nggak ada (diniyah),” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak terburu-buru memberikan komentar tanpa konfirmasi.

“Harapan kami untuk betul-betul dicek sebelum komentar. Dicek yang sebenarnya karena itu merugikan lembaga yang ada di Pati,” tegasnya.

Kemenag Pati juga telah menginstruksikan seluruh madrasah di wilayahnya agar setiap kegiatan perayaan tetap menjaga nilai-nilai islami dan edukatif guna membentuk akhlakul karimah siswa.

Sementara itu, Kepala MA I’anatut Thalibin Cebolek Kidul, Ahmad Khakim Muthohar, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa video yang beredar bukan berasal dari institusinya dan narasi yang menyertainya adalah hoaks.

“Kalau yang di madrasah kami kan I’anatut Thalibin, pakai T-H-A. Sementara yang beredar itu pakai T-H-O (I’anatuth Tholibin). Jadi dari segi nama sebenarnya sudah berbeda,” ujarnya.

Khakim menjelaskan bahwa Perguruan Islam I’anatut Thalibin di Cebolek Kidul hanya menaungi jenjang pendidikan formal mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA, dan tidak memiliki Madrasah Diniyah seperti yang disebut dalam video.

“Kami menghimbau masyarakat dan netizen agar lebih selektif dalam melihat serta merespons berita-berita hoaks yang beredar sebelum ada konfirmasi resmi,” ucapnya.

Di sisi lain, Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Pati juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui surat nomor 22/DPC FKDT-PATI/II/2026 tertanggal 8 Februari 2026. Surat tersebut menegaskan bahwa peristiwa dalam video tidak terjadi di wilayah Kabupaten Pati.

FKDT Pati menyampaikan beberapa poin, di antaranya tidak adanya wilayah bernama Bakung di Kabupaten Pati, serta tidak ada MDT I’anatut Tholibin di Pati yang menyelenggarakan Haflah Akhirussanah pada bulan Sya’ban 1447 H atau Februari 2026.

Dengan sejumlah klarifikasi tersebut, dipastikan bahwa video viral drumband joget dalam acara Haflah Akhirussanah bukan berasal dari Kabupaten Pati, dan narasi yang mengaitkannya dengan lembaga pendidikan di daerah tersebut adalah tidak benar.

Previous post 23 Siswa SMKN 4 Pati Keracunan Usai Santap MBG, Dua Masih Dirawat

Tinggalkan Balasan

Social profiles