Peternak Ayam Pati Keluhkan Serapan MBG, Minta Pemerintah Bantu Selamatkan Usaha Rakyat

SAMIN-NEWS.com – Peternak ayam lokal Kabupaten Pati mendatangi DPRD Pati, Selasa (18/8/2026), untuk menyampaikan keluhan terkait rendahnya serapan ayam lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut dinilai semakin berat di tengah tingginya biaya produksi yang harus ditanggung peternak rakyat.

Perwakilan peternak, Soni Dwi Susanto, mengatakan serapan ayam dari peternak lokal masih jauh dari harapan. Dari total 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pati, baru 21 SPPG yang menyerap ayam dari peternak lokal.

“Serapan MBG masih jauh, dari 172 SPPG baru 21 SPPG. Serapannya kurang dari 1 ton, jauh dari harapan. Idealnya per minggunya 20 ton sesuai data penerima manfaat dari kita,” katanya.

Menurut dia, rendahnya serapan tersebut menjadi persoalan serius bagi keberlangsungan peternak rakyat. Terlebih, mereka telah menghadapi kenaikan harga pakan selama sekitar empat bulan, sementara harga jual ayam belum mampu menutup tingginya biaya produksi.

“Kami tidak ingin bermusuhan dengan pemerintah, kami tidak anti investasi, tapi kami hanya ingin untuk bertahan hidup. Kami peternak rakyat menghadapi pakan tinggi, dan harga ayam tidak sesuai dengan modal yang tinggi,” ujarnya.

Soni menegaskan kedatangan para peternak ke DPRD Pati bukan untuk mencari konflik dengan pemerintah maupun pelaku usaha lain. Mereka berharap DPRD dapat mengawal aspirasi tersebut hingga ke pemerintah pusat, terutama agar program MBG benar-benar memberikan ruang bagi peternak lokal.

“Hari ini datang ke DPRD meminta untuk mengawal ke pusat. Harga pakan tinggi sudah 4 bulan kami alami,” jelasnya.

Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, mengatakan inti persoalan yang disampaikan peternak adalah bagaimana meningkatkan penyerapan ayam dari peternak lokal melalui program MBG. DPRD bersama para peternak kemudian menyepakati perlunya pendataan sebagai dasar untuk mencari solusi yang lebih tepat.

“Intinya peternak meminta bagaimana penyerapan dari peternak lokal. Nah, tadi disepakati bersama agar didata ada berapa peternak, populasi dan serapan berapa,” ucapnya.

Pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai jumlah peternak, populasi ayam, serta kemampuan produksi yang tersedia di Pati. Dengan data tersebut, DPRD Pati dapat mengawal kebutuhan dan serapan ayam lokal agar program MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan peternak rakyat.

Previous post Semangat Kemerdekaan, Bawaslu Kabupaten Pati Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Alun-Alun Pati
Next post Fasilitas Sekolah Diperbaiki, SDN Perdopo 02 Direvitalisasi

Tinggalkan Balasan

Social profiles