SAMIN-NEWS.com – Ribuan nelayan di Kabupaten Pati menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Senin (4/5/2026). Aksi ini dipicu oleh tingginya harga BBM non-subsidi yang mencapai Rp 30 ribu per liter, sehingga berdampak langsung pada aktivitas melaut.
Kenaikan harga tersebut membuat banyak nelayan kesulitan beroperasi. Sejumlah kapal bahkan dilaporkan tidak bisa melaut karena biaya operasional yang semakin tinggi, sehingga mengancam pendapatan nelayan dan pasokan hasil perikanan.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, turut menemui massa aksi dan menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan nelayan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan ikut mengawal aspirasi tersebut hingga ke pemerintah pusat.
“Kami DPRD mendukung dan setuju atas tuntutan nelayan untuk menurunkan harga BBM yang memberatkan nelayan,” sebut Ali dihadapan massa.
Menurutnya, peran nelayan sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga kebijakan yang mendukung keberlangsungan mereka perlu segera diwujudkan.
“Kami juga sama akan mengawal tuntutan nelayan ke pusat. Karena nelayan sudah terbukti sebagai penyangga pangan,” terangnya.
DPRD Pati berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut agar pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret.
“Kami akan mengawal sehingga pemerintah pusat bisa mengakomodir tuntutan nelayan supaya bisa melaut,” pungkasnya.
Aksi ini menjadi bentuk tekanan sekaligus harapan agar kebijakan harga BBM dapat lebih berpihak kepada nelayan, sehingga aktivitas melaut kembali normal dan kesejahteraan mereka terjaga.
