SAMIN-NEWS.com – Sungai Simo kembali meluap dan menyebabkan limpasan air hingga ke Jalan Pantura Pati-Juwana. Kondisi ini dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah Muria serta tumpukan sampah yang menyangkut di jembatan-jembatan rendah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Pati, Widyotomo menjelaskan bahwa meski normalisasi dan pembersihan telah dilakukan, sedimentasi dan kiriman sampah dari hulu masih menjadi persoalan utama.
“Iya, mungkin bisa dikatakan gitu juga karena banyak sedimen. Padahal tahun kemarin juga sudah dinormalisasi dari mulai Sinom-Gempolsari ke barat itu ternyata juga sudah banyak sampah sehingga dangkal lagi,” ujarnya ditulis Kamis (12/2/2026).
Ia menyebut pembersihan eceng gondok di sepanjang Sungai Simo telah dilakukan selama sekitar satu minggu dan sempat dinyatakan bersih saat ditinjau Plt Bupati. Namun, hujan deras di wilayah hulu kembali membawa sampah ke sungai.
“Kemarin itu minggu kemarin ditinjau Pak PLT Bupati itu sudah bersih. Nah karena ini hujan, laporan kira-kira dua jam yang lalu itu sampah turun semua lagi dari atas, dari hulu menuju hilir, terus gak tahu dari mana lagi itu sampah kembali lagi, dan memperparah kan jembatan yang rendah itu membuat sampah mandek di situ sehingga air meluap ke jalan raya, Jalan Pantura itu,” jelasnya.
Menurutnya, Sungai Simo memang menjadi titik rawan karena menjadi tempat berkumpulnya aliran air dari sejumlah sungai sebelum masuk ke Sungai Juwana. Saat Sungai Juwana dalam kondisi tinggi, aliran air tidak dapat mengalir lancar sehingga memicu luapan.
“Iya, karena larinya dari curah hujan di Muria, lewat Sungai Kersulo, sungai-sungai di sana, terus semua berkumpul di Sungai Simo sebelum masuk ke Sungai Juwana Baru. Sungai Juwana masih tinggi sehingga air juga tidak bisa mengalir langsung,” ungkapnya.
Saat ini, DPUTR menyatakan kondisi beberapa sungai lain seperti Kali Sani masih terkendali meski debit air mulai meningkat. Pihaknya tetap siaga sambil berharap curah hujan tidak terlalu tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
