Nelayan Dukuhseti Korban Badai Laut Ditemukan Tewas di Perairan Juwana

SAMIN-NEWS.com – Seorang nelayan asal Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat badai di Laut Jawa, ditemukan meninggal dunia. Korban bernama Oki Dimas Pebriyanto (25) ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan utara Juwana pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan membenarkan penemuan jasad tersebut. Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang sejak pagi melakukan pencarian mandiri di laut bersama puluhan perahu.

“Korban ditemukan oleh nelayan sekitar yang sejak pagi melakukan pencarian bersama sekitar 20 perahu,” ujar Kompol Hendrik Irawan kepada wartawan.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan perahu nelayan dan dibawa ke rumah duka di Desa Banyutowo. Tim medis dari Puskesmas Dukuhseti kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Hendrik.

Kompol Hendrik menjelaskan, korban dilaporkan hilang sejak Rabu (21/1/2026) saat melaut dan diterjang badai di perairan Laut Jawa. Pada saat kejadian, kondisi cuaca di laut dilaporkan cukup ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi.

“Korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.

Proses pencarian korban melibatkan unsur Satpolairud, SAR, Polsek Dukuhseti, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan. Koordinasi intens dilakukan sejak laporan kehilangan pertama kali diterima oleh pihak kepolisian.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat,” ucap Hendrik.

Selain korban yang telah ditemukan, masih terdapat satu nelayan lain yang hingga kini belum ditemukan. Nelayan tersebut bernama Winarto (42), warga Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti. Pencarian akan dilanjutkan dengan fokus di sekitar lokasi awal korban hilang dan mengikuti arah arus laut.

“Satu korban lainnya masih dalam pencarian dan akan dilanjutkan besok pagi,” ungkapnya.

Pencarian lanjutan dilakukan dengan penyisiran menggunakan perahu nelayan dan kapal patroli, menyesuaikan kondisi cuaca dan arus laut di lapangan.

“Kami menyesuaikan pencarian dengan kondisi arus dan cuaca di lapangan,” kata Hendrik.

Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim angin barat, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Keselamatan adalah yang utama, selalu pantau informasi cuaca sebelum melaut,” pungkasnya.

Previous post Doa Bersama dan Selamatan Digelar di Pusat Kota
Next post Tembok Dijebol, Alfamart di Margorejo Pati Dibobol Maling

Tinggalkan Balasan

Social profiles