Kebutuhan Parcel Jenang Kudus Mubarok Jelang Hari Raya Idul Fitri 2023 Meningkat

0
Foto: Manajer Marketing Jenang Kudus Mubarok Muhammad Kirom saat sedang menunjukkan parcel lebaran
Foto: Manajer Marketing Jenang Kudus Mubarok Muhammad Kirom saat sedang menunjukkan parcel lebaran

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Kebutuhan parcel di Jenang Kudus Mubarok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2023 atau lebaran ini meningkat sebanyak 5-10 kali lipat dibanding hari biasanya. Hal ini dibuktikan dengan permintaan pasar yang juga meningkat sebanyak tiga kali lipat dibanding hari biasanya.

Manajer Marketing Jenang Kudus Mubarok Muhammad Kirom menyebut bahwa pembuatan parcel jika di rata-rata bisa membuat 10 hingga 20 pcs. Hal itu karena tampilannya yang menarik dan praktis.

“Untuk parcel sendiri hampir setiap hari membuat rata rata 10-20 parcel. Karena sangat menarik bagi pengunjung dengan tampilan yang bagus, lebih praktis, dan simpel,” ungkapnya kepada Samin News.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa hal itu bisa menjadi daya tarik sendiri di mata wisatawan. Wisatawan yang berkunjung juga terkadang kebanyakan lebih memilih membeli Jenang terpisah atau satuan.

“Untuk itu maka kami arahkan untuk membeli paket atau berupa parcel Jenang 33 yang dapat diboyong untuk buah mata,” jelasnya.

Diketahui pihaknya menawarkan paket berupa parcel itu mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu, tentu hal itu sangat terjangkau. Selain itu ada juga goodibag yang bernuansa Hari Raya Idul Fitri, keranjang, dan berbentuk dus.

“Tentu itu sangat menarik peminat masyarakat terutama untuk sebuah instansi ataupun corporate. Itu yang jadi tradisi kami,” bebernya.

Kirom menambahkan, sebelum hari lebaran juga pihaknya menyediakan parcel untuk hantaran dan acara hajatan. Nah justru momen saat ini jadi meningkat hingga 5 hingga 10 kali lipat yang pembelinya dari berbagai daerah.

Dilain sisi, untuk pengunjung Museum Jenang 33 pada pekan pertama Ramadhan kemarin belum tampak begitu ramai, namun pada saat pertengahan jelang ramadhan trennya semakin naik.

“Puncaknya saat arus balik nanti, itu pengunjung sampai daya muat museum sangat penuh sekali. Kalau kita bicara lebaran, tradisi orang mau kembali itu inginnya membeli oleh-oleh dan pariwisata,” ungkapnya.

“Untuk disini kami menawarkan keduanya. Sementara itu untuk peningkatan pengunjung sangat signifikan dibanding hari biasa, meskipun ada kunjungan sekolah,” tutupnya.