Target Tahun 2023 Angka Stunting di Kabupaten Demak Turun Dibawah 10 Persen

0
Foto: Jajaran BKKBN Republik Indonesia saat berada di Gedung Grhdika Bina Praja Kabupaten Demak
Foto: Jajaran BKKBN Republik Indonesia saat berada di Gedung Grhdika Bina Praja Kabupaten Demak

SAMIN-NEWS.com, DEMAK – Angka stunting di Kabupaten Demak pada tahun 2021 sebanyak 25,5 persen. Tahun 2022 turun sebanyak 9,3 persen yang menjadi 16,2 persen. Bupati Eisti’anah di 2023 menargetkan turun dibawah 10 persen.

Atas capain penurunan angka stunting yang dilakukan oleh Kabupaten Demak, Kepala BKKBN Republik Indonesia Hasto Wardoyo memberikan apresiasi yang juga diikuti dengan penurunan angka kematian.

“Ini sangat bagus. Mengingat prevalensinya Demak mencapai 16 persen. Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah sendiri baru 20 persen,” ucapnya kepada media, Rabu (8/3).

Harapannya Kabupaten Demak di 2023 bisa mencapai penurunan hingga 14 persen, dan tahun 2024 angka stuntingnya dapat terus menurun, hingga tahun selanjutnya bisa lebih menurun sampai 10 persen.

“Semoga Demak bisa dijadikan contoh untuk Kabupaten maupun kota lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut, Hasto Wardoyo juga memberikan pesan agar kegiatan lintas perangkat daerah dan sinergitas program terus dilaksanakan dalam mencapai penurunan stunting di Kabupaten Demak.

“Agar angka stunting di Demak turun, terus lakukan sinergitas program bersama elemen lainnya,” jelasnya.

Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai cara dalam menurunkan angka stunting. Salah satunya peningkatan kualitas dan aksebilitas pelayanan kesehatan

“Tentunya hal itu akan menekan kasus stunting. Mengingat, dari 2021 ke 2022 stunting turun menjadi 9,3 persen,” ungkapnya.

Atas penurunan itu, Bupati Demak Eisti’anah sangat bersyukur dan itu semua berkat kerja cerdas, kerja keras, kerja tangkas, dan kerja ikhlas seluruh elemen masyarakat yang terlibat.

“Prestasi tersebut menjadikan Kabupaten Demak menjadi Kabupaten/Kota kedua di Jawa Tengah yang angka prevalensi nya turun paling banyak,” ujarnya.

Orang nomor satu di Demak itu juga memaparkan tentang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak kepada pihak BKKBN Republik Indonesia. Pointnya adalah berkomitmen.

“Kami Pemkab Demak memiliki komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting. Lalu, meningkatkan kualitas layanan yang sudah mencapai target,” pungkasnya.