Nelayan di Pati Demo Tuntut PNBP 10 Persen Diturunkan

0

SAMIN-NEWS.com, PATI – Front Nelayan Bersatu (FNB) Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah untuk segera menyampaikan tuntutan nelayan mengenai pnbp kepada pemerintah pusat.

Massa memulai aksinya di depan gerbang sebelah selatan pendopo Pati sekitar pukul 08. 30 WIB. Sekitar seribuan nelayan ini memulai aksi dengan menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya mengenai tuntutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Massa aksi tak lelah berpanas-panasan di jalanan dengan maksud pemerintah daerah mendengar jeritan hati nelayan. Pasalnya PNBP yang sekarang ini sebesar 10 persen sangat memberatkan. Sehingga nelayan mendesak untuk diturunkan.

“10 persen berat apa tidak?” lalu dijawab serentak “iya” oleh massa.

Aksi yang dilakukan ini tetap terus akan digelar hingga permintaan nelayan PNBP 10 persen diturunkan menjadi 3 persen. Gerakan ini menurut nelayan tidak akan cukup hanya sebatas diplomasi, melainkan minimal 5 persen dikabulkan.

Kemudian, nelayan juga menilai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak bisa bekerja. Kenapa demikian, menurut nelayan dari FNB Pati ini menyebut yang bisa dikerjakan oleh KKP hanya mengatur tentang pajak.

“KKP tetap tidak menunjukkan ketahuannya. Mereka selain penarikan pajak apa yg diatur. Peraturan membuat kita susah,” tegas mereka.

Lebih lanjut, aksi ini merupakan awal dengan 1000 masa. Tetapi mereka mengancam besok atau pun lusa jika tuntutan tidak digubris maka akan menurunkan 10 ribu massa. Sampai penarikan PNBP itu jadi nyata.

Sejumlah poster yang dibawa massa aksi pun demikian. Nelayan FNB menulis jika PNBP tetap 10 persen itu akan menindas para pelaut.

Massa aksi nelayan dari Front Nelayan Bersatu (FNB) membawa salah salah satu poster bertuliskan "PNBP 10% no, 3% yes,"
Massa aksi nelayan dari Front Nelayan Bersatu (FNB) membawa salah salah satu poster bertuliskan “PNBP 10% no, 3% yes,”

“PNBP 10 persen nelayan modar (mati),” tulis salah satu poster nelayan FNB.
“PNBP 10 persen no, pnbp 3 yes,” tulis poster lainnya.