Mahasiswa UMKU Manfaatkan Bahan Limbah, Hasilkan Standpro Portable

0
Standpro buatan mahasiswa UMKU
Standpro buatan mahasiswa UMKU

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) manfaatkan bahan limbah dalam menghasilkan kreasi Standing Proyektor (Standpro) Portabel. Hal itu berfungsi untuk meletakkan LCD, laptop, dan buku-buku referensi.

Rektor UMKU Dr. Ns. Rusnoto mengatakan, Standpro tersebut hasil karya original dari mahasiswa UMKU yang memiliki nilai positif berbeda dari pasaran. Sebab, dibuat dari bahan besi bekas berjenis hollow.

“Pembuatannya yakni berasal dari limbah sebanyak 75 persen. Bahan dasarnya dari besi bekas berjenis hollow,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya, Standpro tersebut dibuat sangat praktis dan memiliki ketinggian proporsional. Adapun untuk fungsinya bisa digunakan sebagai laptop, proyektor dan buku-buku referensi.

“Standpro itu sangat penting digunakan saat melakukan presentasi. Serta dapat diletakkan dalam satu tempat,” bebernya.

Rektor UMKU Dr. Ns. Rusnoto melanjutkan, tampak Standpro tersebut dilengkapi dengan roda sehingga mobilitasnya mudah dan efektif. Kabel, converter/HDMI juga terihat lebih rapi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa UMKU jurusan Teknik industri atas kreasi yang dibuatnya. Mengingat hal itu sangat bermakna karena lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswanya.

“Standpro berbahan dasar limbah yang dibuat mahasiswa UMKU sangat luar biasa. Karena mampu menciptakan karya secara mandiri yang bermanfaat bagi lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, mahasiswa Teknik industry Angkatan 2021 Nurul Iman yang juga sebagai ketua tim mengatakan, bahan yang dibuat bersama temannya itu merupakan bahan bekas dari besi berjenis hollow.

“Kami sangat bersyukur dapat menyelesaikan produk tersebut. Kami juga menciptakan produk yang sesuai saat digunakan presentasi kuliah,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, awal dibuat Standpro itu bermula dari proses pembuatan dari studi kasus. Selain itu untuk pembuatannya memakan waktu kurang lebih selama lima hari.

“Pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih selama lima hari. Dalam pembuatannya juga berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur Teknik Industri UMKU Syahrial Aman,” pungkasnya.