Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Peringati Haul Gus Dur ke-13

0

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kabupaten Kudus memperingati Haul Gus Dur ke-13. Tema yang diangkat dalam kegiatan guyub rukun itu seputar Gusdur dan Literasi.

Koordinator KBPW, Muchammad Zaini mengungkapkan, tema dan konsep yang dibawakan di kegiatan Guyub rukun tersebut kedepannya dapat kembali dirutinkan kembali dan semakin menarik.

“Kegiatan Guyub Rukun, kedepannya dapat kembali dirutinkan lagi dengan tema dan konsep yang menarik lainnya,” bebernya.

Terkait wacana literasi di Kudus, pihaknya berharap pemikiran-pemikiran Gusdur itu terus digaungkan sampai ke akar rumput, sehingga bisa mengangkat iklim literasi di Kudus secara perlahan.

Diskusi Pemuda di Kampung Budaya Piji Wetan (istimewa)
Diskusi Pemuda di Kampung Budaya Piji Wetan (istimewa)

“Kami berharap ini tetap digaungkan dari gerakan-gerakan kecil seperti ini, secara konsisten. Sehingga masyarakat secara pertahanan akan mendukung gerakan kami, khususnya perbincangan mengenai kebudayaan, literasi, seni dan tema-tema lainnya,” ujarnya.

Koordinator Guyub Rukun Pagi Ulul Azmi mengatakan, gerakan literasi yang sedang bergeliat di Kabupaten Kudus ini bertepatan dengan haul Gusdur yang ke-13. Ada juga beragam kegiatan lainnya.

Ulul Azmi mengungkapkan, diskusi itu mengundang Kepala Perpustakaan Stikes Cendekia Utama, masyarakat Piji Wetan, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kudus, Kepala Perpustakaan IAIN Kudus, dan Anisa Listiana.

“Diskusi mengenai biografi dan kiprah Gusdur yang digelar di Kampung Budaya Piji Wetan tersebut berlangsung cukup mendalam,” jelasnya.

Selain itu membahas tentang bagaimana pemikiran-pemikiran Gusdur yang bisa melampaui zamannya kala itu. Jumlah peserta yang tak sebanyak seperti biasanya tampak peserta antusias menyimak diskusi.

Kepala Perpustakaan Stikes Cendekia Utama Sutarno mengatakan, untuk taraf literasi yang ada di Kudus masih perlu didongkrak lebih tinggi lagi. Salah satunya melalui pengalaman dan pemikiran dari Gusdur yang bisa diterapkan di era sekarang ini.

“Kita bisa menyerap ilmu dari literasi dan kepustakaan yang dilakukan oleh Gusdur,” pungkasnya.