Endro Dwi Cahyono Anggota DPRD Jateng Ajak Wayang Kulit Diuri-uri

0
Pertunjukan seni wayang kulit dalam sosialisasi media tradisional pelestarian wayang kulit, Selasa (17/1/2023)
Pertunjukan seni wayang kulit dalam sosialisasi media tradisional pelestarian wayang kulit, Selasa (17/1/2023)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya nusantara. Salah satunya adalah melestarikan kesenian wayang kulit.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi konstituennya di Pati, Selasa (17/1/2023). Menurutnya wayang kulit merupakan media tradisional yang di dalamnya terdapat nilai dan pesan luhur yang hendak disampaikan.

Endro menyebutkan bahwa wayang kulit merupakan warisan adiluhung nenek moyang nusantara zaman dahulu. Dalam suatu pertunjukan wayang kulit dengan lakon yang dibawakan mesti punya nilai-nilai tersendiri. Baik itu pesan moral, budi hingga laku seorang manusia untuk mencintai tanah airnya.

“Wayang kulit itu budaya asli kita, nenek moyang kita dan jati diri bangsa. Wayang kulit penuh dengan nilai-nilai luhur di dalamnya,” ujar Endro.

Sebagai citra jatidiri suatu bangsa, maka sudah sepatutnya sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban untuk nguri-uri atau melestarikan seni budaya yang bernilai tersebut. Sehingga diharapkan produk budaya wayang kulit tidak hilang atau pun generasi penerus tidak tahu wayang.

“Sebagai generasi penerus harus lebih mengenali dan mencintai tradisi kita agar nantinya tidak hilang. Wayang perlu dilestarikan,” jelasnya.

Selain itu, dia mengungkapkan sebagai manusia harus mampu kemanfaatan bagi lingkungan di sekitarnya. Dengan tugas dan bidangnya masing-masing untuk pembangunan yang lebih baik lagi.

“Sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain. Semoga ini menjadi bagian dari orang bermanfaat,” pungkasnya.

Endro Dwi Cahyono Anggota DPRD Jateng
Endro Dwi Cahyono Anggota DPRD Jateng

Sebagai informasi dalam kesempatan ini juga ada suguhan pertunjukan kesenian wayang kulit oleh dalang Kyai Haji Ilham. Adapun lakon yang dipentaskan adalah Lakon Dewaruci.