Tilang Elektronik Disebut Kurangi Kesadaran Bayar Pajak

0
Ilustrasi kendaraan di persimpangan Jl Pangeran Soedirman Pati

SAMIN-NEWS.com, PATI – Aparat kepolisian telah menerapkan tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sebagai ganti penilangan manual dengan razia di jalan raya. Adapun di Kabupaten Pati resmi dilaunching 23 Maret 2021 lalu.

Diterapkannya tilang elektronik itu disebut membuat kesadaran masyarakat untuk patuh membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menurun. Hal itu disampaikan Plt UPPD Samsat Pati, Noor Arifin, melalui Kasi Pajak, Hadi Jatmiko, Selasa (8/11/2022) di kantornya.

Menurutnya, meski masyarakat ketika di jalan raya diintai atau diawasi kamera digital menggunakan ETLE, tetapi dikatakan masyarakat tidak takut dengan adanya tilang elektronik. Masyarakat, akan lebih takut dengan kehadiran aparat kepolisian secara kasat mata.

“Berpengaruh, cuma seberapa besar pengaruhnya ini tidak begitu terlihat nyata. Kecuali nanti kalau berjalan sudah beberapa tahun. Yang jelas kesadaran masyarakat menjadi agak berkurang karena dipastikan tidak ada polisi yang akan nyekel (menilang, red),” jelasnya.

Menurut dia, berbeda halnya ketika polisi melakukan razia secara fisik akan membuat masyarakat takut yang pada akhirnya akan berdampak pada ketaatan mereka salah satunya untuk tertib membayar pajak kendaraan.

“Pajak kendaraan kan salah satu untuk polisi yang dilihat sebelumnya akan ditilang kalau tidak bayar. Akhirnya masyarakat dengan sengaja kalau ada duit tak bayar kalau tidak ada tidak dibayar,” singgungnya.

“Meski penerapan ETLE sangat berpengaruh, tetapi dirinya belum mempunyai data riilnya angka pastinya. Lantaran orang tidak akan takut dengan ETLE tapi takut dengan polisi,” sambung dia.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan rekapitulasi data tunggakan jalan di Kabupaten Pati mulai awal hingga Oktober 2022 sebanyak 49.047 objek kendaraan yang masih menunggak dengan nominal Rp.16.839.449.550.