Enam Desa Terendam Banjir di Kecamatan Kayen-Tambakromo

0
Penampakan banjir di salah satu sudut rumah warga
Penampakan banjir di salah satu sudut rumah warga

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setidaknya enam desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Tambakromo dan Kayen terendam banjir bandang pada Selasa (29/11/2022) petang. Banjir itu disebabkan lantaran curah hujan tinggi di kawasan lereng Pegunungan Kendeng.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, keenam desa tersebut antara lain, Desa Kayen, Trimulyo dan Srikaton Kecamatan Kayen. Sedangkan di Kecamatan Tambakromo meliputi Desa Sinomwidodo, Angkatan Lor dan Angkatan Kidul.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya menyatakan, banjir bandang di dua wilayah yakni Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo itu mulai sekitar pukul 18.00 WIB.

“Banjir diakibatkan karena hujan deras dengan kurun waktu yang cukup lama di lereng pegunungan Kendeng sehingga air sungai meluap ke pemukiman warga,” kata Martinus, Rabu (30/11/2022).

Dia merinci Desa Kayen yang terdampak yaitu di RT 03 RW 04 dan RT 4 RW 05. Adapun ketinggian air di jalan desa antara 10-30 cm dan menggenangi rumah penduduk sebanyak 35 kk. Di Desa Trimulyo titiknya di RT 06 RW 04 dengan ketinggian air kisaran 20-50 cm serta jumlah terdampak diperkirakan 25 keluarga.

Kemudian Desa Srikaton terdapat tanggul jebol di dekat lapangan sepak bola sepanjang kurang lebih 10 meter serta rumah yang terdampak yakni 35 keluarga.

“Wilayah Kecamatan Tambakromo di Desa Sinomwidodo di RT 01 RW 01 dan RT 02, 03, 06, dan 07 RW 02 ketinggian air mencapai 20 cm berdampak pada 45 rumah warga. Di jalan desa Dk Ledokan ketinggian air mencapai 60 cm,” ungkapnya.

Berikutnya, Desa Angkatan Lor banjir terjadi di RT 07 dan 09 RW 01 ketinggian air 30 – 50 cm dengan jumlah rumah yang terdampak sekitar 35 keluarga. Lalu di RT 01 RW 03 dengan ketinggian mencapai 20 cm serta 15 rumah terdampak.

“Selanjutnya, kata dia di Desa Angkatan Kidul lokasinya di RT 05 serta 07 RW 02 ketinggian air di jalan desa antara 10-30 cm. Air masuk ke 30 rumah warga dengan tinggi 20 cm,” pungkasnya.