Dua Siswa MAN 1 Kudus Raih Juara Dua BRIN Award 2022

0
Doc: Keduanya saat memegang piala BRIN Award
Doc: Keduanya saat memegang piala BRIN Award

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Dua siswa Madrasah Aliyah Negri (MAN) 1 Kudus berhasil meraih juara 2 LKIR dan 4 spesial Award Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Innovation Convention Center (ICC), Kawasan Sains dan Teknologi Cibinong, Rabu (9/11/2022).

Adapun raihan penghargaan yang terdiri juara 2 Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang IPK, 2 special award LKIR bidang IPH/IPT, dan 2 special award National Young Inventors Award (NYIA). Siswa yang meraihnya yakni Mohammad Bahrul Alam dan Azifa Rusyda Dewi kelas 12 mipa 8.

“Kami membuat produk alat namanya Aerogell untuk oil dan Up Sorbent di wilayah Indonesia. Jadi untuk menyerap minyak maupun tumpahan minyak yang di perairan laut indonesia,” ungkap Bahrul Alam kepada Samin News.

Dirinya melanjutkan, hal tersebut diciptakan berawal dari pengambilan limbah blotong di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Kemudian hasilnya dibawa ke Laboratorium Kimia Tangerang Selatan.

“Awalnya kami mengambil limbah blotong dari Pabrik Gula Rendeng di Kudus. Limbah itu kami ambil kemudian dibawa ke laboratorium kimia di Tangsel. Kami disana memprosesnya selama satu bulan,” tuturnya.

“Awalnya limbah itu kami preparasi dulu bersihin dan dimasukkan ke oven untuk mengurangi kadar air yang sudah ada. Setelahnya dibakar karbonnya pakai hot plats untuk mengurangi asap saat didalam furnets agar asap tidak terlalu banyak saat pembakaran,” tambahnya.

Mohammad Bahrul Alam bersama dengan Azifa Rudy daftarkan Dewi siswa MAN 1 Kudus kelas 12 Mipa 8 yang menorehkan prestasi
Mohammad Bahrul Alam bersama dengan Azifa Rudy daftarkan Dewi siswa MAN 1 Kudus kelas 12 Mipa 8 yang menorehkan prestasi

Kemudian, setelah dibakar, limbah tersebut dimasukkan kedalam furnets dengan suhu 600 derajad celcius selama 4 jam. Hasil dari furnets itu dicampur dengan NaOH yang direndam selama 24 jam. Setelah itu dipisahkan untuk diambil airnya.

“Nah yang awalnya NaOH berubah menjadi NH4OH atau Natrium Silika. Setelah itu Natriumnya diambil berupa cairan dan dicampur dengan Resin Kartion yang sudah diaktivasi menggunakan HCl 37% yang direndam selama 24 jam,” jelasnya.

Lebih lanjut, hasil tersebut dicampur dengan resin dan diamkan selama 24 jam. Nantinya dari hasil itu akan berbentuk koloid. Kemudian koloid itu dijadikan satu dan disaring berubah menjadi Hydrogell.

“Nanti Hydrogel dikeringkan kembali untuk mengurangi kadar airnya. Agar yang awalnya Hydrogell menjadi Aerogell,” terangnya.

Dihadapan Samin News, Bahrul Alam bercerita ide awal mengenai hal tersebut. “Ide awal milih itu, rumah saya itu jepara bersekolah kudus dekat dengan sisi pantai. Saya awalnya melihat kecelakaan kapal yang menumpahkan minyak kelautan. Sedangkan minyak ini berbahaya untuk ekosistem laut,” tandasnya.

“Akhirnya saya berpikir, gimana cara untuk mengatasi itu. Akhirnya saya berdiskusi dengan teman untuk mencari solusi ternyata ada Aerogell berbahan dasar sintesis tapi tidak ramah lingkungan,” kata dia.

Untuk itu, Bahrul sapaan akrabnya berpikir kembali agar sintesis itu diganti dengan bahan yang lain. Akhirnya, ia bersama temannya mendapatkan bahan limbah blotong dari Pabrik Gula Rendeng.

“Kita juga memanfaatkan yang ada disekitar kita. Akhirnya menggunakan itu untuk diikutkan lomba KIR yang terdiri dari 54 LKIR yang digelar BRIN,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 1 Kudus Taufik mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas semangat yang ditujukan oleh kedua siswa tersebut.

“Madrasah sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditujukan keduanya. Tidak hanya event itu, kita event lain juga nyabet. Misal di UMS juga, Unpad. Kemudian bergengsi BRIN juga luar biasa nyabet sekaligus,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya siap untuk memberikan fasilitas untuk siswa yang berprestasi asalkan ada perkembangan dan belajar.