Banjir Rendam Lima Desa di Tambakromo

0
Salah satu penampakan banjir bandang di wilayah Kecamatan Tambakromo
Salah satu penampakan banjir bandang di wilayah Kecamatan Tambakromo

SAMIN-NEWS.com, PATI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sedikitnya lima desa di Kecamatan Tambakromo terendam banjir bandang, Minggu (6/11/2022). Banjir ini merendam pemukiman warga mulai pukul 17.30 WIB dan surut setelah tiga jam kemudian.

Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya merinci kelima desa itu antara lain, Desa Sinomwidodo, Angkatan Kidul, Angkatan Lor, Karangrowo, dan Karangawen. Menurutnya, banjir bandang ini disebabkan karena kiriman dari wilayah Kecamatan Winong.

“Banjir mengakibatkan beberapa ruas jalan, pekarangan, lahan sawah dan pemukiman warga di Kecamatan Tambakromo tergenang air, hal tersebut dikarenakan sebelumnya terjadi hujan lebat di derah pegunungan sekira pukul 14.00 WIB,” katanya saat dikonfirmasi Samin News, Senin (7/11/2022).

“Luapan air di Tambakromo disebabkan curah hujan dari Wilayah Kecamatan Winong yaitu Desa godo dan Gunungpanti, apabila daerah tersebut mengalami hujan lebat maka air akan melintas di wilayah Tambakromo,” sambungnya.

Dia mengatakan usai banjir surut, aktivitas warga membersihkan rumah dan jalan karena kondisinya yang berlumpur. Termasuk arus lalu lintas yang sebelumnya terdampak banjir, untuk saat ini sudah kembali normal.

Berdasarkan data yang dimiliki BPBD, ketinggian air bervariasi, mulai dari 5 cm sampai 60 cm. Adapun yang paling tinggi terjadi di Jalan Dk Ledokan Desa Sinomwidodo ketinggian air mencapai 50 – 60 cm, begitu juga di pekarangan warga dengan ketinggian air mencapai 50 – 60 cm.

“Banjir merendam ke pemukiman warga, di antaranya 150 rumah di Dukuh Ledokan Desa Sinomwidodo dan 30 rumah di Desa Angkatan Kidul. Kerugian material dan jiwa sementara nihil (masing-masing desa, red),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Angkatan Kidul, Muhlisin mengungkapkan, bencana banjir di desanya ini sudah menjadi langganan. Adapun penyebabnya ditengarai lantaran kerusakan hutan di kawasan hulu.

“Banjir berdampak juga pada jalan hingga fasilitas umum. Pemicunya karena hutan dari pegunungan kendeng yang gundul, tahun ini yang parah,” ucapnya.