160 Desa Terima Bankeu, Nilainya Rp 32 Miliar

0
sebanyak 160 desa saat mengikuti acara Bankeu APBD perubahan 2022
sebanyak 160 desa saat mengikuti acara Bankeu APBD perubahan 2022

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menyebutkan sebanyak 160 desa mendapat kucuran bantuan keuangan (Bankeu) APBD perubahan 2022. Adapun nilai Bankeu itu sejumlah Rp 32 sekian miliar.

Plt Kepala DPUTR Kabupaten Pati Riyoso mengatakan, bagi 160 desa yang mendapat bantuan APBD perubahan tersebut kemudian diundang untuk disosialisasikan terkait dengan verifikasi ulang setelah penetapan APBD perubahan 2022, di aula DPUTR, Selasa (22/11/2022).

Bantuan dari APBD Kabupaten Pati itu dirinya menyebut rata-rata digunakan untuk pembiayaan pengaspalan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.

“Ini dibiayai dari APBD perubahan dengan nilai Rp 32 sekian miliar. Awalnya Rp 36 sekian miliar, tetapi karena ada yang kita anulir sebab tidak sesuai proposal akhirnya tinggal Rp 32 sekian miliar untuk 160 desa,” kata Riyoso usai kegiatan.

Menurutnya, APBD perubahan 2022 sudah ditetapkan. Artinya sebelumnya Pemdes telah mengajukan Bankeu itu kemudian didorong untuk segera direalisasikan dan dicairkan untuk pelaksanaan pembangunan.

Dirinya menjelaskan peruntukan Bankeu APBD perubahan ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 6 tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Keuangan Bersifat Khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada Pemerintah Desa. Atas dasar Perbup itu, proposal dilakukan verifikasi, dan sebagian dianulir.

“Dianulir karena proposal yang diajukan pembangunan tidak menjadi aset desa, misalnya ngebruk, untuk pembersihan, kemudian yang sudah lebih dari 5 titik tiap setahun,” terangnya.

Plt DPUTR Pati, Riyoso menjelaskan soal Bankeu APBD perubahan 2022
Plt DPUTR Pati, Riyoso menjelaskan soal Bankeu APBD perubahan 2022

Dia menambahkan proses pencairan setelah melalui mekanisme, yaitu Pj Bupati Pati menyurati BPKAD dan mengeluarkan SK. Selain itu, dirinya tak khawatir pelaksanaan pembangunan tersebut lantaran disebut masih ada waktu hingga akhir Desember.

“Dinas PU hanya mengawal gambar, RAB, dan verifikasi proposal. Insyaallah bisa dikerjakan, desa udah siap-siap, RAB, maka segera dilaksanakan pembangunan,” pungkasnya.