Kebakaran Dua Joglo di Jakenan Kerugian Capai Rp200 Juta

0

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sungguh malang nasib yang dialami Sugiyo, seorang warga Dukuh Daulan RT/RW 03 Desa Tondokerto, Jakenan lantaran dua rumah joglo miliknya hangus terbakar, Selasa (27/9/2022).

Dua rumah joglo yang terbuat dari kayu jati itu, akibat kebaran tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta. Bermula pada pukul 06.30, Sugiyo melihat kobaran api di rumahnya, lalu dirinya berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Kebakaran hanguskan dua rumah joglo si Jakenan, Selasa (27/9/2022)
Kebakaran hanguskan dua rumah joglo si Jakenan, Selasa (27/9/2022)

Mendengar teriakan minta tolong tersebut, kemudian warga berdatangan bermaksud membantu korban memadamkan api dengan alat seadanya agar tidak semakin membesar merembet pada material lain. Kemudian, pukul 07.40 mobil Damkar datang ke lokasi kejadian.

Besarnya kobaran api itu, dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu jati hangus dilahap ganasnya si jago merah.

”Api dapat dipadamkan 30 menit setelah tiga unit Damkar datang ke lokasi. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” terang Kasi Humas Polres Pati, AKP Pujianti.

Pujiati menjelaskan kejadian ini bermula ketika Kemat (90), ayah Sugiyo, tengah merokok di ruang tengah rumah. Lantaran usianya yang sudah lansia, dirinya pikun. Puntung rokok diletakkan di atas kasur lantai yang saat itu masih nyala, sehingga menyebabkan kebarakan.

”Api yang berasal dari kasur ini menjalar ke TV, akibatnya TV meledak. Lalu, api kian membesar dan membakar dinding dari kayu,” jelasnya.

”Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi tafsiran kami kerugian korban mencapai Rp 200 juta. Sebab rumah ludes terbakar. Selain itu, dinding, kerangka rumah atas dari kayu jati jadi hangus,” ungkapnya.

Atas peristiwa ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengusulkan agar masing-masing di eks-kawedanan setidaknya ada satu unit Damkar. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian masyarakat lantaran lokasi Damkar yang saat ini berada di Pati Kota yang notabenenya cukup jauh dari desa.

Ini saya mengusulkan setidaknya ada satu unit mobil Damkar di eks Kawedanan. Soalnya jika ada mobil Damkar di tiap kawedanan ini bisa dengan cepat datang ke lokasi kejadian. Dampaknya bisa menyelamatkan harta warga,” jelasnya.