Jelang 2024, PLT Kesbangpol Kudus : Pancasila Sebagai Pedoman Jaga Keutuhan NKRI

0
Kegiatan Seminar di Kampus IAIN Kudus, (Foto : Adam Naufaldo)
Kegiatan Seminar di Kampus IAIN Kudus, (Foto : Adam Naufaldo)

SAMIN-NEWS.com, KUDUS — IAIN Kabupaten Kudus mengadakan Seminar bertemakan Penguatan Ideologi Negara yang Bertajuk Manisfesti Petarung Ideologi Demi NKRI pada Selasa (12/7/2022).

Seminar tersebut dihadiri oleh Bupati Kudus Hartopo, PLT Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Harso Widodo, Kepala Unit Intelkam IPTU Subkhan, dan Dosen IAIN DR. Abdul Jalil, M.E.I, beserta Mahasiswa IAIN Kudus yang mengikuti acara itu.

PLT Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Harso Widodo mengatakan Seminar yang diadakan di Kampus IAIN Kudus itu sangat menarik. “Dengan kegiatan seminar yang banyak teman-teman mahasiswa mengikutinya, maka bisa menyampaikan hasil kajian dan informasi yang diperoleh dari narasumber dalam menjaga keutuhan NKRI, tentang bagaimana kita berideologi Pancasila dengan baik,” ujar Harso Widodo.

Terkait menjelang 2024, saat ini ada sebagian masyarakat yang memiliki niat untuk melepaskan diri dari kultur dan budaya Pancasila, serta banyak bermunculan yang menampakkan kultur identitas. “Ada sebagian masyarakat yang ingin melepaskan diri dari kultur dan budaya Pancasila yang muncul saat ini dikalangan masyarakat adalah kultur identitas,” jelasnya.

Lanjut dia, namun hal itu harus dikurangi, karena yang bisa mempertahankan bangsa Indonesia adalah tetap berpedoman dengan Pancasila yang bertujuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mari kita tetap berpedoman pada Pancasila untuk menjaga keutuhan NKRI,” sebutnya.

Bilamana politik identitas dan kultur baru mulai muncul maka hal itu dinilai akan membahayakan dan merugikan terhadap masyarakat di Indonesia serta sangat rawan dalam menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, dirinya berharap untuk 2024, bagi mereka yang saat ini menduduki usia emas dan pemilih pemula, semoga nantinya remaja sekarang yang akan menemui ajang pemilu tersebut bisa paham mana kader pilihan yang bermanfaat untuk masyarakat. “Pilih kader yang semisi dan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk keutuhan NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Intelkam IPTU Subkhan juga menyarankan kepada mahasiswa atau masyarakat untuk bersuara didunia nyata dan dunia maya yang berkembang mengikuti zaman. “Harapannya semua elemen masyarakat harus bersuara dan jangan diam,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan terkait pemuda saat ini banyak yang kecanduan Handphone. Sanggup tidak makan satu hari penuh namun tidak sanggup jika kehabisan paket data. “Boleh tidak makan sehari, tapi tidak boleh kehabisan paket data,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap jelang tahun 2024 mahasiswa tidak terpengaruh tentang politik identitas, dan harus bisa membedakan terkait politik yang dibungkus dengan agama atau tidak. “Yang namanya mahasiswa pastinya paham ajaran agama, mana yang bungkus dan tidak. Dan harus paham arahnya kemana,” sebutnya.

Banyak elemen masyarakat yang tidak menyadari ada oknum yang ingin mengganti Pancasila, hal tersebut merupakan sebuah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, ditambah dengan ancaman narkoba, kapitalisme, dan korupsi.

Selain itu, ada juga ancaman ideologi yang paling terdekat yakni ada pada pribadi masing-masing. “Ancaman ideologi ancaman paling dekat karena ada di tangan kita. Sebagai contohnya yakni penggunaan media sosial. Jika kita terpengaruh dengan informasi yang ada di sosmed maka selesailah kita,” ungkapnya.

Penulis
Adam Naufaldo