Dapat Tambahan, Dispertan Dapat Alokasi DBHCHT Total Rp1,3 Miliar

0
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati tahun 2022 ini menerima alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp1,3 miliar. Angka ini diperuntukkan untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga dukungan peningkatan sarana dan prasarana produksi pertanian pertembakauan di Kabupaten Pati.

Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum melalui Fungsional Perencanaan, Nunit menyebutkan alokasi yang diterima ini mengalami kenaikan sesudah keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru.

“Dispertan semula hanya mendapatkan alokasi DBHCHT sejumlah Rp690 juta. Jadi ada peningkatan, karena keluarnya peraturan baru dengan nomor PMK:215/PMK.07/2021 menjadi 1,3 miliar. Jadi memang setelah keluarnya PMK itu dulu ada anggaran yang dialokasikan untuk dinas Ketahanan Pangan akhirnya dialihkan ke Dinas Pertanian,” jelas Nunit yang ditulis Selasa (26/7/2022).

Dirinya menjelaskan terkait realisasi penyerapan alokasi DBHCHT ini dibagi ke dalam 3 (tiga) program kegiatan. Pertama, program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian. Kedua, Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian. Terakhir yakni program penyuluhan pertanian.

Untuk sejauh ini, program Dispertan dari alokasi DBHCHT ini, kata dia yang tercapai baru pada program penyuluhan pertanian. Program ini ia menyebut dalam bentuk kegiatan pelaksanaan Sekolah Lapang Petani Tembakau.

“Program penyuluhan pertanian melalui kegiatan sekolah lapang ini dengan alokasi anggaran Rp90 juta,” paparnya.

Dengan demikian masih ada dua program lain yang perlu dimaksimalkan untuk realisasi capaian kegiatan dari alokasi DBHCHT. Sementara itu, dari pemaparannya disebutkan hingga bulan Juni secara keseluruhan realisasi penyerapan alokasi DBHCHT masih rendah.

“Hasil penyerapan alokasi DBHCHT semester 1 sampai bulan Juni baru terealisasi 2,38 persen karena di awal tahun kami ada perubahan PMK,” pungkasnya.