Sebanyak 1.341 Rit Tanah Galian Kolam Tambat Kapal Berhasil Diangkut ke Lokasi Pembuangan

0
41
Untuk mengambil tanah galian dari dalam kolam tambat kapal, sebuah alat berat jenis ekskavator ''lengan pendek'' harus mengambil posisi di atas dermaga.(Foto:SN/aed)
Untuk mengambil tanah galian dari dalam kolam tambat kapal, sebuah alat berat jenis ekskavator ''lengan pendek'' harus mengambil posisi di atas dermaga.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Begitu tidak terhalang ancaman turunnya hujan yang masih sering terjadi baik siang maupun malam, maka sampai Sabtu (14/Mei) hari ini, sebanyak 1.341 rit tanah galian dari dalam kolam tambat berhasil diangkut ke lokasi pembuangan. Karena itu, jika ”dump truck” pengangkut selama ini hanya dikerahkan maksimal tiga unit, kini ditambah dua menjadi lima unit.

Demikian pula, untuk pola operasional pengambilan tanah galian dari dalam kolam, papar Pelaksana Lapangan rekanan yang bersangkutan, Abdul Kholik, tidak dilakukan oleh ekskavator ”lengan panjang.” Sebab, alat berat tersebut dialihkan tugasnya untuk menata tanah galian yang ada di tempat pembuangan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kolam.

Tujuannya tak lain, agar dorongan tanah galian yang masuk ke lokasi pembuangan semakin lebih jauh sehingga tidak menumpuk di bibir lahan tempat pembuangan tersebut. ”Selain alat berat jenis itu, di lokasi yang sama juga ditempatkan lagi satu unit ekskavator, sehingga menjadi dua dan saling bahu membahu dalam bekerja,”ujarnya.

Sebuah ekskavator tengah mengambil tanah galian dari dalam kolam tambat yang selama ini sudah digali dan ditumpuk, untuk diangkut ke lokasi pembuangan.(Foto:SN/aed)
Sebuah ekskavator tengah mengambil tanah galian dari dalam kolam tambat yang selama ini sudah digali dan ditumpuk, untuk diangkut ke lokasi pembuangan.(Foto:SN/aed)

Menjawab pertanyaan, Abdul Kholiq menambahkan, berubahnya pola kerja dengan menempatkan ekskavator ”lengan pendek” bertugas mengambil tanah galian untuk dinaikkan ke ”dump truck,” pertimbangannya dermaga yang dibangun Tahun 2021 lalu, ternyata mampu sebagai tempat bermanuver alat berat tersebut. Akan tetapi, dalam hal ini, pihaknya tetap menjaga secara maksimal agar lantai dermaga itu tidak sampai rusak.

Caranya, tempat bertumpunya beban ekskavator di lantai dermaga maka bagian bawahnya dilandasi lembaran ban yang cukup tebal, sehingga kendati alat berat itu bermanuver kondisi lantai dermaga tetap aman. Dengan demikian, ekskavator yang semula ditempatkan di luar dinding dermaga perannya bisa digantikan dengan ekskavator lengan pendek.

Untuk tiga unit ekskavator lainnya yang tinggal di dalam kolam mengunakan tumpuan ponton, masih ada tiga unit yang terus bergerak melakukan pengerukan, masing-masing dua ekskavator lengan panjang” dan satu ”lengan pendek.” ”Harapannya jika hujan sudah tidak turun lagi kami tentu akan bisa bekerja lebih maksimal, karena tidak terganggu akses jalan,”tandasnya.