Rehabilitasi Ruas Jalan Tlogowungu-Lahar Dikebut

0
42
Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu dengan konstruksi dasar borda.(Foto:SN/dok-min)
Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu dengan konstruksi dasar borda.(Foto:SN/dok-min)
Pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu (21/Mei) 2022 hari ini kembali dimulai.(Foto:SN/dok-min)
Pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu (21/Mei) 2022 hari ini kembali dimulai.(Foto:SN/dok-min)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Rekanan yang saat ini melaksanakan paket pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu harus memaksimalkan pelaksanaannya. Hal itu bukan disebabkan karena hari kalendernya sudah menjelang berakhir, melainkan belajar dari pelaksanaan pekerjaan yang sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya.

Akan tetapi, setelah berhenti sesaat karena pekerja harus libur Lebaran ternyata dampaknya membuat pekerjaan yang sudah dilakukan menjadi tidak ada manfaatnya. Sebab, material untuk lapis pondasi agregat kelas A (LPA) menjadi berantakan, sehingga perkerasan dengan bahan utama dengan agregat/batu saling lepas dari ikatannya.

Pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, M Amin, ketika ditanya berkait hal tersebut, membenarkan karena di ruas jalan tersebut tiap hari banyak melintas ”dump truck” pengangkut tanah galian. ”Saat kendaraan pengangkut itu ada muatannya, maka sopir pun menjalankan kendaraannya pelan-pelan karena jalan memang baru direhabilitasi tapi belum maksimal,”ujarnya.

Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu dengan konstruksi dasar borda.(Foto:SN/dok-min)
Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Tlogowungu-Lahar, Kecamatan Tlogowungu dengan konstruksi dasar borda.(Foto:SN/dok-min)

Hanya saja sebaliknya, lanjut dia, saat sekembalinya dari mengangkut material tanah galian ”dump truck” itu rata-rata melaju dengan kecepatan tinggi, tapi ia bisa memahami. Hanya dengan cara itu, maka mereka bisa sampai lebih cepat tiba di lokasi, sehingga bisa mendapatkan giliran kembali mengisi material tanah galian lebih cepat.

Terlepas dari hal itu, maka ia memang harus mempercepat pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga jika semula ia mentargetkan akan menuntaskan seluruh pekerjaan tersebut selama tiga pekan, akhirnya dipersingkat menjadi dua pekan. Karena saat ini sudah dimulai dengan borda, baik di segmen I maupun II.

Untuk pekerjaan tersebut, bisa diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari kemudian dilanjut dengan penggunaan material campuran pasir panas dengan aspal (latasir) mengingat konstruksi ruas jalan itu dilalui lalulintas ringan. ”Untuk keperluan tersebut juga kami perkirakan memakan waktu lima hari, baru pada tahap akhir adalah finishing,”imbuhnya.