Ikut Terbakarnya Jembatan Juwana I; Isyarat Agar Pelaksanaan Pembangunannya Segera Dimulai

0
41
Kendaraan besar atau bermuatan berat sejak pascaikut terbakarnya sisi barat Jembatan Juwana I sudah dialihkan ke jalur Semarang-Surabaya lewat jalan dan jembatan sisi selatan.(Foto:SN/aed)
Kendaraan besar atau bermuatan berat sejak pascaikut terbakarnya sisi barat Jembatan Juwana I sudah dialihkan ke jalur Semarang-Surabaya lewat jalan dan jembatan sisi selatan.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, IKUT terbakarnya sisi barat Jembatan Juwana I atau jembatan lama sebagai dampak terbakarnya rumah bedeng di bawahnya, hal itu seperti mengisyaratkan agar pembangunan jembatan itu segera dimulai. Paling tidak pembongkaran jembatan harus segera dilakukan, agar rekayasa pengalihan arus lalu lintas dari barat (Semarang) bisa maksimal, karena akan diketahui di mana titik-titik lokasi rawan yang menjadi penyebab kemacetan.

Ketika pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, PT Bukaka, Harnowo ditanya berkait hal itu menegaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan persiapan. Sedangkan untuk pelaksanaan pembongkaran jembatan tersebut sudah ada Sub-kontraktor yang akan melaksanakannya, dan dijadwalkan hal tersebut akan memakan waktu selama satu bulan.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan semua jajaran pihak terkait, termasuk untuk menutup total akses ujung jalan di Desa Bumirejo, sehingga arus lalu lintas dari desa ini dan sekitar harus dialihkan. ”Dengan demikian, jika simpul yang menjadi penyebab kemacetan ini bisa terurai maka selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung kemacetan arus lalu lintas di Juwana bisa dihindari,”ujarnya.

Kendaraan berat dari timur (Surabaya), termasuk para pengendara motor, karena terjadi arus pengalihan kendaraan dari barat di ruas jalan dan jembatan sisi selatan, maka kendaraan dari dua arah itu harus selalu bersimpangan.(Foto:SN/aed)
Kendaraan berat dari timur (Surabaya), termasuk para pengendara motor, karena terjadi arus pengalihan kendaraan dari barat di ruas jalan dan jembatan sisi selatan, maka kendaraan dari dua arah itu harus selalu bersimpangan.(Foto:SN/aed)

Dengan dimulai rekayasa lalu lintas sejak Minggu (22/Mei) 2022 pagi kemarin dari pantauan Samin News (SN), pada awalnya memang sempat terjadi kemacetan kemudian berakhir dengan padat merayap, sehingga arus lalu lintas sedikit tersendat. Akan tetapi setelah terurainya simpul yang menjadi penyebab kemacetan dengan ditutupnya ujung jalan poros Desa Bumirejo, Senin (23/Mei) 2022 hari ini arus lalu lintas kembali mulai lancar.

Hal tersebut berkat tingginya tingkat kesadaran warga desa setempat dan sekitarnya yang tidak lagi melintas sampai ujung jalan poros desa itu kemudian memasuki ruas jalan jalan nasional. Akan tetapi sedikit demi sedikit, pengguna jalan mulai mengambil alternatif jalan poros desa yang berlokasi di depan SMK Diponegoro Juwana sampai ke ruas jalan Juwana-Jakenan baru menuju ke ruas jalan nasional maupun sebaliknya.

Kondisi arus lalu lintas dari timur (Surabaya) saat harus berpapasan dengan arus lalu lintas pengalihan dari barat di ruas jalan nasional sisi selatan pascaikut terbakarnya sisu barat Jembatan Juwana I yang di sisi utara.(Foto:SN/aed)
Kondisi arus lalu lintas dari timur (Surabaya) saat harus berpapasan dengan arus lalu lintas pengalihan dari barat di ruas jalan nasional sisi selatan pascaikut terbakarnya sisu barat Jembatan Juwana I yang di sisi utara.(Foto:SN/aed)

Karena itu, jika simpul penyebab terjadinya kemacetan bisa terurai maka selama pelaksanaan pembongkaran dan pembangunan Jembatan Juwana I, Juwana akan terbebas dari kemacetan parah yang berlarut-larut. Berkait hal tersebut memang sangat dibutuhkan tingginya kesadaran warga dalam berlalu lintas, yaitu jangan main serobot untuk mendahuli saat berada di lokasi ruas jalan untuk pengalihan arus lalu lintas.

Jika hal tersebut sampai dilakukan dan benar-benar terjadi kemacetan parah yang berkepanjangan, maka perputaran ekonomi masyarakat utamanya di Juwana akan sangat terganggu. Sebab, pusat-pusat perekonomian masyarakat semuanya berada di dalam kawasan wilayah Kota Juwana, termasuk pusat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baik Juwana I maupun Juwana II.