Satpol PP Tangkap “Gepeng” Sempat Diwarnai Kejar-kejaran

0
222
Kepala Satpol PP (kanan) melakukan pembinaan kepada gelandangan dan pengemis (Gepeng)
Kepala Satpol PP (kanan) melakukan pembinaan kepada gelandangan dan pengemis (Gepeng)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jelang bulan Ramadan, kemunculan gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan, dan manusia silver marak di Kabupaten Pati. Adanya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan.

Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, kembali melakukan kegiatan operasi razia terhadap gelandangan, pengemis dan pengamen, Sabtu (2/4/2022).

“Ini guna menjaga ketertiban tempat umum seperti perempatan dan di sejumlah lampu merah. Dan kami berhasil mengamankan tiga orang, yakni dua pengemis dan satu badut,” kata Kepala Satpol PP, Sugiyono kepada wartawan.

Menurut Sugiono, penertiban itu dilakukan di sepanjang jalan, khususnya di perempatan lampu merah. Karena, kehadiran mereka cukup menganggu ketertiban umum, meresahkan masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan.

Pihaknya menjelaskan, badut tersebut ditemukan di perempatan lampu merah Tanjang. Kemudian pengemis di lampu merah Tugu Bandeng serta perempatan Puri.

Dari informasi yang dihimpun itu, mereka ngaku ada yang dari luar Jawa. Di antaranya yakni satu pengemis dari Pati dan satunya lagi Pangkal Pinang. Sedangkan satu badut itu berasal dari Kudus.

Menurut penuturannya, saat penangkapan badut sempat diwarnai kejar-kejaran. Pasalnya badut itu sempat melarikan diri namun berhasil diamankan petugas.

“Saat ini kami beri pembinaan, dan pengarahan dari Dinsos. Pembinaan itu, kami berikan berupa fisik dan pengarahan agar tidak mengulangi. Kalo memang tidak jera maka kami akan kirim mereka ke panti rehabilitasi,” tandas Sugiyono.