Pati Demplotkan Benih Padi Varietas Baru ”Cakra Buana”

0
86
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Benih Padi Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Agus Cahyono
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Benih Padi Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Agus Cahyono.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI -Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Benih Padi Dinas Pertanian Kabupaten Pati, kini tengah mendemplotkan penanaman padi varietas baru  ”Cakra Buana.” Lokasinya di Desa Ngawen, Kecamatan Cluwak dengan luasan lahan sekitar 4.000 meter persegi, dan diharapkan dalam waktu 3 bulan umur padi tersebut sudah bisa dipanen.

Dengan demikian, papar Kepala UPTD yang bersangkutan Agus Cahyono, jika saat ini benih padi varietas baru itu tengah disemai, maka pekan kedua Juli 2022 mendatang diharapkan sudah bisa dipanen. Sedangkan perlakuan sejak masa benih disemai, bibit dipindahkan untuk ditanam sampai tanaman padi siap dipanen, tidak beda jauh dengan tanaman padi varietas lainnya.

Dengan demikian, yang membedakan hanyalah umur tanaman padi varietas  Cakra Buana hanyalah pada umur masa tanam saja, yaitu hanya selama tiga bulan. ”Sedangkan untuk tanaman padi varietas bisa sebagaimana yang lazim ditanam para petani selama ini, rata-rata umurnya mencapai empat bulan,”ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, untuk tanaman padi varietas baru ini sejak semai benih hingga tanam, untuk waktunya cukup dua pekan, dan setelah itu umur padi mencapai 3 bulan sudah bisa dipanen. Karena itu, dibanding menanam padi varietas biasa, untuk ”Cakra Buana” mempunyai keunggulan, umurnya lebih pendek satu bulan.

Sedangkan produksinya, mengingat umurnya lebih pendek tentu sedikit berkurang dibanding tanaman padi yang umurnya empat bulan. Akan tetapi di sisi lain, petani mendapatkan peluang waktu lebih pendek satu bulan, sehingga dalam satu tahun petani bisa menanam dua kali musim tanam MT I dan II, serta diselingi satu musim tanam atau MT III dengan palawija.

Selesai panen palawija, petani masih memilik satu kali lagi musim tanam atau MT IV sampai akhir tahun atau Oktober s/d Desember sudah bisa panen lagi yang kemudian dilanjutkan MT I di tahun berikutnya. ”Mengingat saat ini baru menebar benih di demplot, maka hasilnya kita tunggu pertengahan Juli 2022 mendatang,”imbuh Agus Cahyono.