Kapolsek Sukolilo Paparkan Kenakalan Remaja di Era Globalisasi

0
Kapolsek Sukolilo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sahlan SH MM saat berbicara tentang Kenakalan Remaja di Era Globalisasi saat berlangsung ''Gerakan Santri Menulis
Kapolsek Sukolilo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sahlan SH MM saat berbicara tentang Kenakalan Remaja di Era Globalisasi saat berlangsung ''Gerakan Santri Menulis" ke-28 Tahun 2022, di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Jumat (8/April) 2022 hari ini.(Foto:SN/dok-sah)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebagaimana diketahui bersama bahwa tren kejahatan di Indonesia, dan bahkan didunia saat ini sudah didominasi kejahatan/permasalahan yang ditimbulkan oleh media sosial dan ITE. Karena itu sebagai pengemban fungsi Kamtibmas di Kecamatan Sukolilo, sudah semestinya jika mengingatkan kepada anak-anak yang menggunakan fasilitas hp android, di wilayahnya.

Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan SH MM menyampaikan pesan tersebut di hadapan sedikitnya 60 santriwan santriwati peserta ”Gerakan Santri Menulis” ke-28 Tahun 2022, di Pondok Pesantrean (Ponpes) Miftahul Khoir Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Jumat hari ini. Acara tersebut terselenggara difasilitasi oleh Harian Umum ”Suara Merdeka” Semarang.

Karena itu, lanjutnya, ia pun berpesan kepada anak-anak maupun adik-adik yang menggunakan fasilitas handphone android. ”Yakni, untuk lebih berhati-hati dalam bermedsos, jangan mudah percaya dengan berita-berita yang belum jelas kebenarannya,”ujarnya.

Sebab, hal itu akan berdampak pada munculnya peristiwa tindak pidana ITE, sehingga jika siang ini para santriwan maupun santriwati akan mendapat pelajaran tentang ilmu jurnalistik dari media besar di Indonesia. Yaitu, media yang sudah sangat terpercaya, sehingga nantinya dengan ilmu tersebut semua peserta mendapat manfaatnya.

Di sisi lain, AKP Sahlan juga minta kepada para santriwan dan santriwati hendaknya tetap berhati-hati saat berkendara motor. Patuhilah peraturan lalu lintas, lengkapi surat-surat sesuai peruntukannya. Dalam Bulan Suci Ramadhan, pihak Kepolisian juga berpesan gangguan kamtibmas sering terjadi, tapi hal itu sudah sudah dipetakan.

Di antaranya, balapan motor liar , dan tongtek yang awalnya bertujuan untuk membangunkan warga sahur, tapi sekarang sudah bergeser dan dijadikan oleh anak-anak untuk minum minuman keras. Ujungnya pun melakukan tawuran dengan kelompok anak-anak lainnya, sehingga sudah benar jika Pak Camat juga mengeluarkan surat edaran.

Hal itu terkait larangan melakukan tongtek dan juga takbir keliling, serta diingatkan pula tentang bahaya petasan dan minuman keras (miras). ”Karena itu, hindari kegiatan-kegiatan negatif yang tidak bermanfaat, karena kebiasaan akan membentuk karakter,”tandasnya.