Hari Ini Terakhir Pekerjaan Pengerukan Kolam Tambat Kapal Kembali Dilanjutkan Usai Lebaran

0
36
Lima dari tujuh ekskavator yang melaksanakan pekerjaan pengerukan tanah dari kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, hanya tinggal dua yang melakukan kegiatan hari terakhir menjelang Lebaran.(Foto:SN/aed)
Lima dari tujuh ekskavator yang melaksanakan pekerjaan pengerukan tanah dari kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, hanya tinggal dua yang melakukan kegiatan hari terakhir menjelang Lebaran.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menjelang berlangsungnya Lebaran, sampai Jumat (29/April) 2022 hari ini, untuk sejumlah pekerja khususnya operator alat berat mulai menghentokan kegiatannnya. Mereka sudah minta libur untuk pulang kampung yang semuanya berasal dari wilayah Jawa Timur, sehingga yang beroperasi tinggal dua ekskavator ”longarm.”

Dengan demikian, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Abdul Koliq, untuk hari ini tinggal dua alat berat yang melakasanakan pekerjaan pengerukan tanah dari dalam kolam. Akan tetapi, mulai Sabtu (30/April) besok, juga sudah off karena operatornya juga harus libur untuk pulang kampung ber-Lebaran bersama keluarga.

Karena itu, pelaksanaan pekerjaan berikutnya akan dilanjutkan usai Lebaran, itupun maksimal atau paling lambat H+7, agar hari kalender pelaksanaan pekerjaan bisa kembali dioptimalkan.  ”Selebihnya dari itu, tanah galian yang sudah ditumpuk dalam kolam, jika lebih terkena terik matahari saat diangkat ke atas kendaraan pengangkut untuk dibuang, tak lagi berupa lumpur basah,”ujarnya.

Kondisi tanah galian yang harus dibuang dari dalam kolam tambat kapal kebanyakan masih basah, tapi tidak banyak bercampur air sehingga saat diangkat dengan ekskavator tidak banyak yang berceceran.(Foto:SN/aed)
Kondisi tanah galian yang harus dibuang dari dalam kolam tambat kapal kebanyakan masih basah, tapi tidak banyak bercampur air sehingga saat diangkat dengan ekskavator tidak banyak yang berceceran.(Foto:SN/aed)

Mengingat kondisi tersebut, lanjutnya, maka saat usai Lebaran dan pelaksanaan pekerjaan pengerukan kembali dilakukan, pihaknya mengharap agar turunnya hujan sudah benar-benar selesai. Sebab, jika hujan terus mengguyur dan berlangsung hinggga sekarang, maka kesulitan untuk membuang tanah galian dari dalam kolam ke lokasi pembuangan tak bisa dihindari.

Sebagaimana yang terjadi beberapa hari terakhir ini, karena hujan masih sering turun, sudah barang tentu akses jalan tanah di sekitar lokasi dermaga menjadi ”bodhol” jika untuk lewat kendaraan pengangkut tanah galian secara hilir-mudik. Karena itu, untuk sementara ia tidak mengerahkan ”dump truck” minimal empat buah.

Akan tetapi, jika selama ini hanya disediakan satu akses masuk ”dump truck” ke lokasi pembuangan, kini sudah ditambah lagi satu akses jalan untuk kendaraan ”dump truck” pengangkut lalinnya. ”Jika dengan kendaraan pengangkut empat unit setiap harinya masih kurang mengingat sudah ada tambahan jalan untuk manuver, maka besar kemungkinan nanti bisa ditambah,”imbuh Abdul Kholiq.