Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Hadiri Bedah Buku Karya KH Maemoen Zubair

0
98
Bedah Buku Tatsunami, Teodisi, Trauma Perspektif KH Maemoen Zubair penanganan pasca bencana melalui perspektif ke-Indonesiaan di DPRD Pati
Bedah Buku Tatsunami, Teodisi, Trauma Perspektif KH Maemoen Zubair penanganan pasca bencana melalui perspektif ke-Indonesiaan di DPRD Pati

SAMIN-NEWS.com, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menghadiri acara Bedah Buku Tatsunami, Teodisi, Trauma Perspektif KH Maemoen Zubair penanganan pasca bencana melalui perspektif ke-Indonesiaan di DPRD Pati, Selasa (29/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Wagub Jateng menyampaikan di Indonesia hampir setiap tahun dilanda musibah. Di antaranya bencana tanah longsor, banjir, gunung meletus, kebakaran hutan dan yang paling besar adalah sunami di Aceh.

Menurutnya, karya yang ditulis oleh KH Maemoen Zubair itu terbilang tipis dan kecil. Namun meski begitu oleh orang-orang Timur Tengah, karya tersebut merupakan karya ilmiah yang luar biasa.

“Karya ini tipis kecil, tokoh luar mengaku menyebut karya besar yang terkadang orang tak memikirkan hal ini. Ini yang berbicara ulama besar dari Suriah dan lain sebagainya,” katanya.

Karya tersebut, lanjutnya sebagai penjelasan terhadap kebencanaan yang terjadi di suatu lokasi, daerah bukan hanya dirasakan oleh orang-orang di sekitanya. Ia menyebut, sunami Aceh pada tahun 2004 silam membawa duka mendalam bagi umat manusia dari negara-negara lain.

“Mengobati rasa trauma, rasa benci oleh orang-orang bukan yang bukan hanya orang Aceh, tetapi belahan negara tetangga berdampak juga,” terangnya.

Seringkali dirinya mendengar bahwa ulama menyebut bahwa KH Maemoen Zubair merupakan ulama yang selalu dekat dengan rakyat memikirkan kehidupan mereka. Tak hanya itu, bahkan dibilang juga sebagai wali atau kekasih Allah SWT.

“Ulama yang membaca itu berpendapat maqomnya wali. Ulama yang bener-bener memikirkan rakyat. Kyai maimun di dalam kitab ini, seorang ulama yang hadir dicintai oleh allah dan dianggap sebagai wali,” jelasnya.

Sedangkan, Pimpinan DPRD Pati yang diwakili Suwito mengatakan bahwa teodisi perspektif KH Maemoen Zubair mengajarkan banyak hal. Di antaranya mengajarkan tentang kekuatan rasionalitas atau antara akal dan hati dalam laku Amali dan Falsafi.

“Terutama dalam saat-saat kesulitan pandemi. Menjauhkan sifat keserekahan, kesombongan, keputusasaan, merasa paling benar dan sifat buruk lainnya,” kata anggota DPRD dari Fraksi PPP.(adv)