Seharusnya Lebaran Tahun Ini Pembangunan Kolam Tambat Kapal di Juwana Tuntas

0
47
Kondisi lingkungan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana yang ditumbuhi tumbuhan dan rumput liar, karena pembangunannya belum tuntas.(Foto:SN/aed)
Kondisi lingkungan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana yang ditumbuhi tumbuhan dan rumput liar, karena pembangunannya belum tuntas.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika pengalokasian anggarannya maksimal selama dua tahun, mulai Tahun Anggaran 2020 dan 2021 , maka sebelum Lebaran tahun ini (2022) Kolam Tambat Kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, sudah bisa difungsikan. Dengan demikian, kapal-kapal penangkap ikan yang sandar tidak memenuhi sepanjang alur Kali Juwana.

Tepatnya, mulai hilir jembatan jalan nasional Juwana-Rembang hingga mendekati muara, sehingga menjelang Lebaran tahun ini yang jatuh awal Mei mendatang, kapal penangkap ikan yang sandar dan tidak melaut karena Lebaran, kembali akan berjubel dan berdesakan di alur kali tersebut. Sebab, tahun ini pembangunan fasilitas, paling lambat akhir bulan ini atau April 2022 mendatang lanjutannya baru bisa dikerjakan.

Jika dihitung dari persiapan hingga pelaksanaan pembangunan fasilitas tersebut berlanjut tahun ini, ungkap beberapa warga, adalah sudah kali ke empat tahun anggaran, tapi pembangunan fasilitas itu belum bisa dimanfaatkan. ”Padahal persiapan sudah dilaksanakan mulai Tahun Anggaran 2019, dilanjutkan 2020, 2021, dan kini dilanjutkan lagi Tahun 2022,”ujar salah seorang warga Juwana, Karyono.

Kondisi kawasan kolam tambat kapal di lingkungan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/aed)
Kondisi kawasan kolam tambat kapal di lingkungan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/aed)

Secara jujur, lanjutnya, ia bukanlah seorang pemilik maupun pengurus kapal penangkap ikan, tapi kalau tiap tahun terutama saat Lebaran, melihat ratusan kapal yang berjubel untuk bisa sandar di alur Kali Juwana, tentu saja sangat miris. Sebab, risiko terjadinya musibah kebakaran sering tak bisa dihindari, dan itu juga sering terjadi.

Dengan dibangunnya kolam tambat kapal lengkap dengan konstruksi dermaga cukup kuat, maka paling tidak deretan kapal yang tambat bisa dikurangi. Minimal, jika melihat besarnya ukuran fasilitas tersebut bisa menampung sedikitnya 100 buah kapal ukuran besar, tapi sayangnya fasilitas itu belum bisa dituntaskan, sehingga saat Lebaran, di mana kapal-kapal tersebut banyak yang sadar, semuanya tetap akan menempati, dan berderet di sepanjang alur Kali Juwana.

Sebab, tahun ini untuk paket pekerjaan berikutnya baru sampai pada tahapan pengerukan kedalaman kolam yang tentu harus maksimal. ”Jika kedalamannya disamakan dengan dasar alur Kali di Juwana, maka paling tidak untuk pengurak kolamnya minimal harus mencapai kedalaman sampai 3,5 meter,”imbuhnya.