Satu Ponton Untuk Ekskavator ”Lengan Panjang” di Proyek Kolam Tambat Kapal Harus Dilakukan Perbaikan

0
Seorang konsultan pengawas paket pekerjaan lanjutan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, harus mencermati pergerakan ponton untuk ekskavator ''lengan panjang'' yang sempat mengalami kebocoran.(Foto:SN/dok-liq)
Seorang konsultan pengawas paket pekerjaan lanjutan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, harus mencermati pergerakan ponton untuk ekskavator ''lengan panjang'' yang sempat mengalami kebocoran.(Foto:SN/dok-liq)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ketika kali pertama diterjunkan ke kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, sebuah ponton tempat menopang alat berat jenis ekskavator ”lengan panjang” diperkirakan semula memang sudah siap beroperasi. Akan tetapi belum bebarapa lama, ponton itu ternyata bocor dan air masuk ke dalamnya, sehingga harus didorong kembali naik ke darat untuk dilakukan perbaikan.

Akhirnya, papar pelaksana lapangan rekanan pemenang tender paket pekerjaan tersebut, Abdul Kholiq, kendala mulai muncul pada persediaan alat yang pengadaannya tidak semua bisa dilakukan melalui sistem sewa. Karena itu, ponton yang sudah didorong naik harus dikeringkan dari air kolam tambat kapal yang sempat masuk ke dalamnya.

Setelah proses pengeringan, maka pengelasan bagian yang bocor harus dilakukan sehingga menghabiskan waktu hingga tengah hari. ”Dengan demikian, ponton yang untuk menopang ekskavator long arm, akhirnya bisa kembali dioperasionalkan untuk melakukan pengerukan endapan lumpur tanah dalam kolam di sisi selatan dekat pinggir alur kali,”ujarnya.

Kendati sempat menghadapi kendala, bocornya ponton, lanjut, dia, pihaknya bersama konsultan terus memaksimalkan beroperasinya sebuah ekskavaor lain yang sudah lebih dahulu terjun di lokasi kolam tambat kapal. Tugas operator ekskavator ini, adalah membuat alur di dalam kolam yang akan dilalui ponton yang ekskavatornya akan melakukan pengerukan tanah dalam lokasi kolam.

Hal itu berhasil dilakukan dengan menumpuk hasil tanah yang digali di tiap-tiap sudut lokasi, dan nanti akan dibuang ke lokasi pembuangan. Untuk Keperluan tersebut, pengangkutannya tentu harus menggunakan ”dump truck,” karena untuk membuang tanah galian ini lokasinya berada sekitar 50 s/d 100 meter di sisi barat jalan lingkungan kolam tambat kapal.

Di sisi lain, sebenarnya dia juga masih menunggu satu lagi unit ekskavator ”lengan panjang” yang pengadaan untuk pekerjaan tersebut memang harus sewa. ”Untuk ponton yang akan menopangnya sudah tiba di lokasi, tapi ekskavatornya belum datang, sehingga jika dengan tiga ekskavator maka per hari kerja hasil galiannya maksimal, karena ekskavator yang untuk menata galian tanah di lokasi pembuangan juga ada,”imbuhnya.