Peringatan Dini; Rekanan Paket Pekerjaan IPDMIP Progres Akhir Maret Harus Capai 80 Persen

0
37
Pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi
Pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I di lingkungan Bendung yang dananya bersumber dari IPDMIP atau Loan, di D.I Bendung Sumedang, Kecamatan Winong.(Foto:SN/dok-wid)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mengacu pelaksanaan pekerjaan paket pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi D.I kawasan lingkungan bendung Tahun 2021 lalu, selain rekanan pemenang tender keteteran ada juga yang terpaksa harus putus kontrak. Berkait hal ini, satu di antara adalah Bendung Keden di wilayah Kecamatan Tambakromo, sehingga harus dilakukan tender ulang.

Padahal, sumber dana dari pelaksanaan paket pekerjaan tersebut bersumber dari bantuan Bank Dunia (Loan) yang dikenal dengan paket IPDMIP. Akan tetapi, pelaksanaannya molor melebihi hari kalender (HK) kontrak, sehingga pemberlakuan denda keterlambatan terhadap rekanan yang bersangkutan harus diberlakukan.

Mengingat hal tersebut, jelas Kepala Seksie (Kasi) Pemeliharaan Jaringan Sumber Daya Air Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Pati, Ari Yustifa, pihaknya tidak menginginkan hal sama kembali terulang di Tahun 2022. ”Dengan demikian, sejumlah paket pekerjaan tersebut ditenderkan lebih awal, sehingga pelaksanaannya diharapkan tidak melebihi dari hari kalender (HK) sesuai kontrak,”tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, ia harus memberikan peringatan dini kepada para rekanan pemenang tender yang saat ini melaksanakan pekerjaan jaringan irigasi tersebut, paling tidak sampai akhir bulan ini diharapkan progresnya mencapai 80 persen. Alasannya, dari hari kalender yang tersedia tinggal sisa dua pekan, karena sampai pertengahan April mendatang seluruh pekerjaan harus tuntas.

Dari progres yang dihasilkan sampai saat ini, memang belum ada yang jauh di bawah standar capaian kinerja masing-masing rekanan. Akan tetapi rata-rata mereka mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak ramah, karena sampai saat ini jika siang maupun sore dan malam hari masih sering turun hujan, sehingga akses jalan menuju ke lokasi pekerjaan menjadi terhambat karena tak bisa dilewati kendaraan.

Berkait hal itu, untuk menyiasati kondisi cuaca tersebut dikembalikan lagi kepada masing-masing rekanan pemenaang tender, agar bisa mencapai target progres pekerjaan. ”Dengan demikian, solusinya jika cuaca sedang cerah, maka salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menambah jumlah para pekerja,”tandasnya.