DRPD Pati Dorong Pemerintah Pertimbangkan Dibukanya PTM

0
107
Suasana rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Lantaran saat ini pendidikan melalui daring dinilai kurang efektif dalam transformasi keilmuan guru kepada peserta didik.

Hal itu disampaikan Muslihan saat menyampaikan hasil reses anggota DPRD Pati tahap III tahun 2021, pada sidang Paripurna beberapa hari lalu. Yang mana saat itu dihadiri oleh Bupati Pati dan jajaran OPD.

“Hasil reses di bidang pendidikan di Dapil I dan seterusnya yaitu karena pendidikan melalui daring kurang efektif, mohon kembali (diterapkan) pembelajaran tatap muka dengan catatan mematuhi protokol kesehatan,” ucap Muslihan.

Muslihan melanjutkan, jika kebijakan pembelajaran saat ini tetap menerapkan daring anggota DPRD mendorong pemerintah setempat untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan memberikan bantuan kuota internet gratis.

“Dengan belum dibukanya pembelajaran tatap muka, mohon pemerintah memberikan layanan internet gratis di desa-desa biar tidak membebani orang tua murid di masa pandemi,” jelasnya.

Cukup beralasan mengingat pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan masyarakat berkurang. Selain memang pembelajaran jarak jauh atau daring tak efektif, juga menjadi tambahan beban orang tua yakni dengan membeli internet untuk pembelajaran anaknya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan hasil reses di bidang keamanan dan Ketentraman. Hasil penjaringan suara akar rumput diketahui baik di Dapil I dan seterusnya untuk mengintensifkan ronda malam.

“Patroli keamanan lingkungan (ronda malam) agar lebih diintensifkan untuk meningkatkan keamanan lingkungan. Kemudian balapan liar supaya ditertibkan karena mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan,” katanya.

Muslihan menambahkan di sektor hiburan misalnya, DPRD Pati mendorong pemerintah daerah agar menimbang kembali kebijakan larangan pentas hiburan. Selama dua tahun ke belakang ini, pentas hiburan sangat terbatas karena tak ada perizinan dari pemerintah. Jika dibuka kembali, hal ini akan membantu khususnya pelaku seni untuk beraktivitas dan memperoleh pekerjaan.

“Sedangkan di bidang lain-lain agar izin pentas hiburan mohon untuk dipertimbangkan kembali agar pelaku seni bisa bekerja kembali dan masa pandemi Covid-19 saat ini harus tetap menjaga prokes memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” paparnya.(adv)