Wilayah Kecamatan Kayen yang Positif Terpapar Covid-19 Bertambah Lagi 15 Orang

0
180
Camat Kayen Sudarto (Foto:SN/aed)  

SAMIN-NEWS.com, PATI – Update kondisi terakhir wilayah Kecamatan Kayen yang sampai Sabtu (12/Februari) siang ini, warganya positif terpapar Covid-19 bertambah lagi 15 orang. Sehingga jika jumlah tersebut digabung dengan kondisi sehari sebelumya, Jumat (11/Februari) 2022, semuanya menjadi 30 orang.

Sebab, hasil swab PCR hari itu baik dari kalangan pondok pesantren dan juga lembaga pendidikan Ibtida’iyah, Tsanawiyah (MTs) dan juga SMA di Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen tersebut ada 21 orang. Akan tetapi hasil swab Kamis (10/Februari) 2022 itu sampai malam hari dan Jumat kemarin belum diketahui hasilnya.

Akan tetapi berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, bahwa pada Jumat siang hingga malam harinya yang harus menjalani swab PCR bertambah lagi 11 orang. Dengan demikian, jumlah seluruhnya mulai Jumat malam hingga pagi dan malam hari, seluruhnya ada 38 orang yang harus menjalani swab PCR, termasuk tambahan yang terakhir ada juga warga di lingkungan desa setempat.

Hasil swab PCR terhadap mereka, seluruhnya baru diketahui pada Sabtu hari ini, di mana 15 orang dinyatakan positif, dan seharusnya menjalani isolasi terpusat. Untuk keperluan tersebut, Tim Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pati, menyediakan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) RAA Soewondo Pati.

Hanya saja, warga baik dari kalangan pondok pesantren, sekolah maupun warga umum lainnya ternyata tidak bisa masuk ke ruang isolasi terpusat. Dengan demikian, warga dari Sundoluhur sebanyak itu untuk sementara harus melakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing, dan yang harus menjalani isolasi pada Jumat setelah dilakukan oleh tim Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Kayen, ada sebanyak 10 orang.

Dihubungi berkait hal itu, Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Kayen yang juga camat setempat, Sudarto, membenarkan, dari data sehari sebelumnya hasil swab PCR Rabu (9/Februari) 2022, semula ada 26 orang. Hasilnya, 15 orang dinyatakan positif, sehingga harus diedukasi agar bersedia menjalani sisolasi terpusat.

Dari jumlah 15 orang yang kebanyakan anak ponpes dan juga madrasah serta SMA di Sundoluhur, yang berhasil menjelani isolasi terpusat sebanyak 10 orang. Sebab, lima orang lainnya adalah dari kalangan guru yang memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, tapi untuk penderita yang dinyatakan positif hari ini tidak bisa masuk ke tempat isolasi terpusat.

Mengingat informasinya, ruang isolasi terpusat itu sudah penuh maka kami harus mengambil langkah agar 15 lainnya yang hari ini dari hasil swab PCR dinyatakan poistif, lebih baik melaksanakan isolasi mandiri di tempat masing-masing. ”Asal hal itu dilakukan dengan maksud dan niatan untuk sembuh, maka kesembuhan tersebut pasti akan datang,”imbuhnya.