Warga Keboromo Dikabarkan Hilang; Diduga Terseret Derasnya Air Banjir Kiriman

0
237
Tim Relawan SAR Tunggulwulung saat melakukan pencarian korban hanyut di alur Kali Terok, ikut Desa Bulungan, Kecamatan Tayu.(Foto:SN/dok-tw)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Seorang laki-laki warga RT 03/RW 02 Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Ulin Nuha (45), Sabtu (5/Februari) 2022 kemarin,  diduga keras hilang karena hanyut terseret derasnya gelontoran air alur Kali Torok. Alur kali tersebut ikut wilayah Desa Bulungan juga di Kecamatan Tayu, karena saat itu korban pamit meninggalkan rumah hendak menanam pisang di lahan miliknya, di desa tersebut.

Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto ketika dihubungi berkait peristiwa itu membenarkan, bahwa sekitar pukul 15.00 yang bersangkutan meninggalkan rumah. Sedangkan dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat meninggalkan rumah korban bermaksud hendak menanam pohon pisang di lahan miliknya, di Desa Bulungan.

Sekitar setengah jam kemudian, atau pukul 15.30, pihaknya menerima laporan bahwa ada warga Keboromo terseret derasnya arus banjir. Hal itu diketahui karena kedatangan korban ke lahan miliknya mengendari mobil pribadi jenis Ayla berpelat nomor putih K-7127-XX yang masih berada di tempat saat pertama parkir, di sekitar lahan miliknya.

Memang benar, saat kejadian di lokasi tempat kejadian tidak sedang turun hujan. ”Akan tetapi di kawasan hulu atau wilayah Kecamatan Cluwak, sejak pagi, siang hingga sore hari berlangsung hujan cukup deras,”ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, gelontoran arus air dari hulu atau dari wilayah Cluwak ke alur Kali Torok cukup deras. Karena itu, saat hendak menyeberang alur kali tersdebut mendadak dari hulu datang gelontoran air dengan arus cukup kuat, sehingga korban pun ikut hanyut terbawa derasnya air saat itu.

Sedangkan salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut berupaya keras untuk memberikan pertolongan, yaitu mencoba meraih tangannya. ”Akan tetapi, karena derasnya air korban yang hanyut itu tetap tak berhasil diselematkan,”imbuhnya.

Sementara Koordinator Relawan Tim SAR Tunggulwulung, Mbah Ali alias Mbah Anggur menyampaikan, bahwa pihaknya harus menghentikan pencarian dengan menyisir alur kali tersebut. Permasalahannya, kendati hari sudah gelap sekitar pukul 19.00 WIB korban hanyut warga Keboromo itu belum juga berhasil ditemukan.

Mengingat hal tersebut, pihaknya pun berkordinasi dengan jajaran pihak kepolisian, karena sesuai ketentuan bahwa bila hari sudah malam maka pencarian oleh Tim SAR memang harus dihentikan untuk dilanjutkan esok harinya. ”Apalagi, saat itu kedalaman air di alur Kali Torok mencapai sekitar 1,5 meter dan masih mengalir cukup deras,”ungkapnya.