Dialog Kebangsaan di Jepara; Dukung Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

0
72
Habib Luthfi bin Yahya, Lestari Moerdijat, Dian Kristiandi, dan H Pratikno saat memukul rebana sebagai tanda pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.(Foto:SN/dok-hp) 

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Habib Luthfi bin Yahya yang juga seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan tersebut disampaikan secara resmi dalam acara Silaturahmi Kebhinnekaan Seluruh Masyarakat Jepara, di Pendapa Kabupatedn Jepara, Sabtu (5/Februari) 2022 sore kemarin.

Silaturhami yang dihadiri Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Dr Hj Lestari Moerdijat SS MM tersebut, adalah meneguhkan seluruh Masyarakat Kabupaten Jepara untuk mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Sedangkan Hj Lestari Moerdijat, sebagai inisiator pengusulan gelar kepahlawanan untuk Ratu Jepara periode 1549-1579.

Hadir dalam kesempatan itu, selain Forkopimda Jepara juga tim pakar, tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama. Acara ditandai dengan launching pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional dengan penyerahan buku laporan hasil kajian akademis Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Penyerahan buku naskah akademik.(Foto:SN/dok-hp)

Dengan demikian, penyerahan buku naskah akademik tersebut dilakukan Wakil Ketua MPR RI, Hj Lestari Moerdijat SS MM kepada Habib Luthfi bin Yahya selaku Dewan Pertimbangan Presiden RI. Selain itu penyerahkan buku naskah akademik itu juga diserahkan kepada Bupati Jepara dan Wakil Ketua DPRD setempat yang diwakili Wakil Ketua DPRD H Pratikno.

Untuk puncak launcing ditandai pemukulan rebana oleh Dewan Pertimbangan Presiden RI, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Bupati Jepara Dian Kristiandi dan H Pratikno. Selain itu dilakukan penandatanganan dukungan pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional oleh Lestari Moerdijat, Bupati Jepara, Ketua DPRD dan tokoh lintas agama.

Dewan Pertimbangan Presiden RI, Habib Luthfi bin Yahya (atas) dan penyerahan buku naskah akademik oleh Lestari Moerdijat kepada Habib Luthfi bin Yahya (bawah).(Foto:SN/dok-hp)

Dalam sambutannya Lestari Moerdijat menyampaikan, setelah hampir tiga tahun mengikhtiarkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, saatnya kini semua pihak untuk menghilangkan sekat dan bergerak bersama. Yakni, untuk mengusulkan gelar Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, asal Jepara.

Sebab, lanjutnya, Ratu Kalinyamat bukan hanya sekadar mitos melainkan tokoh sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena itu pihaknya bersyukur, mengingat tim ahli yang dibentuk berhasil menemukan delapan sumber primer dari perpustakaan di Portugal yang mengungkapkan jejak sejarah, dan kepahlawanan Ratu Kalinyamat.

Penyerahan buku naskah akademik oleh Lestari Moerdijat kepada Bupati Jepara Dian Kristiandi.(Foto:SN/dok-hp)

Berdasarkan Studi Akademik, tambahnya, dapat diketahui bahwa ada pembelokan sejarah Ratu Kalinyamat, sehingga harapannya melalui pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bisa menempatkan pada tempat yang terhormat. ”Yakni, dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia selaras dengan perjuangannya,”tandasnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam sambutannya antara lain menyatakan, bahwa seluruh masyarakat Jepara mendukung pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Penandatanganan pernyataan dukungan pengusulan Ratu kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.(Foto:SN/dok-hp)

Dalam acara tersebut juga berlangsung orasi lintas agama, masing-masing dari agama Kristen dan Katholik diwakili Slamedt Riyanto SH, Islam diwakili H Khusaini. Sedangkan Budha diwakili Romo Frenhki Sindy Atmaja, dan dalam orasinya semua mendukung sepenuhnya pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Sementara Habib Luthfi bin Yahya dalam sambutannya antara lain mengajak semua elemen bangsa, untuk bangga menjadi bangsa Indonesia, karena kita bukanlah keturunan bangsa penjajah. ”Karena itu, kita harus terus belajar dari sejarah perjalanan bangsa ini,”ujarnya, dan ia juga menguraikan konflik-konflik yang terjadi pada kerajaan-kerajaan Jawa, dan semua itu adalah campur tangan dari penjajah.

Berikutnya Habib Luthfi bin Yahya juga mencontohkan, peran besar Patih Gajah Mada yang telah mempersatukan Nusantara dengan Sumpah Amukti Palapa. ”Kita tinggal meneruskan semangat Nasionalisme dan Patriotisme para pahlawan bangsa,”tegasnya.

Selain itu Habib Luthfi juga mengingatkan, untuk melestarikan aspek kesejarahan kita jangan sampai terpengaruh oleh politik yang bisa saja esok kedele sore tempe. Sedangkan di akhir sambutannya ia mengungkapkan sangat mendukung Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.(hp)