Tiga Maskapai Internasional Ajukan Penerbangan ke Bali

0
43
Ilustrasi tampak seorang perempuan berjalan dengan kopernya di bandara (freepik)

SAMIN-NEWS.com, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, Faik Fahmi mengatakan terdapat tiga maskapai reguler internasional mengajukan penerbangan reguler ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali untuk bulan Maret 2022 bulan depan. Ketiganya adalah KLM Royal Dutch asal Belanda, Scoot Tiger Air Singapura dan JetStar Airways Australia.

Faik menyebut, permohonan perizinan reguler penerbangan internasional ke Bali itu adalah sinyal positif. Ini adalah kepercayaan maskapai internasional dan wisatawan terhadap Indonesia khususnya Bali.

“Ini menjadi sinyal positif mulai pulihnya kepercayaan maskapai internasional dan wisatawan mancanegara untuk terbang lagi dan berwisata ke Bali,” kata dia melalui keterangan resmi yang dilansir CNNIndonesia, Sabtu (19/2/2022).

Dia menjelaskan, rencana penerbangan maskapai KLM Royal Dutch akan beroperasi sebanyak empat penerbangan dalam sepekan untuk rute Singapura-Denpasar menggunakan jenis pesawat Boeing B-777 dengan kapasitas tempat duduk 408 penumpang.

Kemudian, katanya Scoot Tiger Air akan mengoperasikan sebanyak tiga penerbangan dalam sepekan untuk rute Singapura-Denpasar menggunakan jenis pesawat Airbus A-320 dengan kapasitas tempat duduk 108 penumpang.

Lalu JetStar Airways, Faik menjelaskan akan mengoperasikan sebanyak tiga penerbangan dalam sepekan untuk rute Singapura-Denpasar, Sydney-Denpasar dan Melbourne-Denpasar. Untuk rute Singapura-Denpasar menggunakan jenis pesawat Airbus A-320 dengan kapasitas tempat duduk 180 penumpang.

“Untuk rute Sydney-Denpasar dan Melbourne-Denpasar direncanakan menggunakan jenis pesawat Boeing B-788 dengan kapasitas kursi 335 penumpang atau Airbus A-321/A-320 dengan kapasitas kursi 323/186 penumpang,” paparnya.

Pihaknya berharap kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia pulih. Sehingga, kaitannya dengan penerbangan reguler internasional bisa berangsur normal. Ia meyakini hal ini bisa terwujud dengan menerapkan prokes ketat.

“Kami berharap ke depan jumlah trafik penumpang dan penerbangan internasional yang datang ke Bali dapat berangsur meningkat serta mampu mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dan pariwisata Bali secara berkelanjutan,” tambah dia.