Seorang Nakes di Jepara Meninggal Terpapar Covid-19

0
137
Ucapan belasungkawa dari segenap Civitas Hospitalia RSUD Kelet atas meninggalnya seorang Asisten Penata Anestesi  Mahir, Yuyuk Setiawan AMK.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Kabar duka tadi pagi datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rehatta Kelet, Jepara. Salah seorang karyawan terbaiknya, Yuyuk Setiawan AMK (42), hari ini Sabtu (19/Februari) 2022 sekitar pukul 05.30 pagi tadi dijemput oleh takdirnya dengan datangnya ajal .

Tenaga kesehatan dengan jabatan Penata Anestesi yang bertugas di RSUD Rehatta Kelet, Jepara ini dirawat di rumah sakit tersebut sejak Senin (14/Februari) 2022 lalu. Selain terkonfirmasi Covid-19, almarhum juga memiliki penyakit penyerta animea dan kejang.

Sementara istrinya yang juga seorang perawat saat ini masih dirawat di ruang ICU Covid-19 RSUD setempat, karena kasus yang sama. Menurut rencana jenazah almarhum Yuyuk Setiawan akan dilepas oleh Direktur RSUD Rehatta, dr Agung Pribadi MKes  MSi Me SpB bersama rekan sejawatnya, serta jajaran ikatan Panata Anestesi Indonesia.

Ucapan belasungkawa dari Keluarga Besar DPK-PPNI RSUD Rehatta Kelet, Jepara.(Foto:SN/dok-hp)

Direktur RSUD yang bersangkutan, dr Agung Pribadi ketika dihubungi berkait hal tersebut mengaku kehilangan salah satu tenaga kesehatan yang penuh dedikasi.”Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah dan keluarganya diberikan kekuatan,”ujarnya.

Untuk shalat jenazah akan dilakukan di depan Gedung Litbang dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Jenazah saat dishalatkan tetap berada di dalam mobil jebnazah, dan pemakaman dilakukan di makam Islam Bengkok Desa Kelet, pukul 10.00 WIB.

Ketua DPD Ikatan Penata Anestesi Indoensia  Provinsi Jawa Tengah , Tri Budi Santoso AMK An MKes MSi mengaku kehilangan atas wafatnya Yuyuk Setiawan, Anggota Ikatan Penata Anestesi Indonesia ini sehari-harinya bertugas di ruang operasi.

Karena itu semua berduka atas wafatnya almarhum di tengah perjuangan dan pengabdiannya menolong serta melayani masyarakat. ”Mengingat hal tersebut selain mengirimkan karangan bungan, Ikatan Penata Anestesi Indoensia juga memberikan tanda kasih sebesar Rp 1,5 juta kepada keluarga,”imbuhnya.(hp)